Habiburokhman: Narasi Reformasi Polri lewat Pergantian Kapolri Salah Kaprah

Habiburokhman: Narasi Reformasi Polri lewat Pergantian Kapolri Salah Kaprah

Terkini | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 16:31
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman merespons pernyataan sejumlah tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto. Para tokoh itu menyebut reformasi Polri bisa berjalan asalkan terjadi pergantian Kapolri.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan narasi tersebut salah kaprah.

"Pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah," ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Dia memandang usulan tersebut terkesan bermuatan personal. Padahal, kata dia, banyak pihak yang berbicara terkait reformasi Polri berdasarkan kajian ilmiah. 

"Usulan mereka terasa sangat tendensius, subjektif dan bersudut pandang yang sangat sempit," ujar Habiburokhman.

Dia menyatakan reformasi institusi tidak bisa didasarkan pada persoalan suka tidak suka terhadap individu. Dia menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.

"Data di Komisi III (DPR) jelas menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represivitas menurun sangat drastis dibanding periode-periode sebelumnya," tutur dia.

Selain itu, Habiburokhman menyatakan Polri juga tercatat sebagai institusi mitra komisi III DPR yang paling responsif terhadap  pengaduan masyarakat.

"Yang jelas pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional presiden yang seharusnya tidak diintervensi oleh tokoh-tokoh oposisi tersebut. Boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik, tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada presiden karena justru bisa melemahkan negara kita," ujar dia.

Habiburokhman menegaskan Prabowo merupakan sosok pemimpin yang tidak suka membahas personal ketika menyangkut isu-isu institusional.

"Selain itu beliau (Prabowo) juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau. Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekad, kita dukung reformasi Polri secara kultural," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh. Mereka merupakan tokoh nasional yang memiliki kepedulian tinggi di bidangnya masing-masing.

“Bukan, enggak, bukan, bukan tokoh oposisi. Tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing,” kata Prasetyo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).

Menurut Prasetyo, ini merupakan cara Presiden Prabowo untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan program pemerintah. Pertemuan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup untuk mendiskusikan berbagai persoalan bangsa.

“Nah, inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Topik Menarik