Inovasi Teknologi Kesehatan di Eka Hospital Ini Bikin Tak Lagi Perlu Berobat ke Luar Negeri

Inovasi Teknologi Kesehatan di Eka Hospital Ini Bikin Tak Lagi Perlu Berobat ke Luar Negeri

Terkini | idxchannel | Senin, 26 Januari 2026 - 10:30
share

IDXChannel - Setelah memakan proses pembangunan sejak 2022, akhirnya Rumah Sakit Eka Hospital yang berlokasi di Jalan Letjen MT Haryono, Jakarta Timur resmi berdiri. Ruang-ruang layanan semacam apotek hingga konsultasi dokter tampak dibalut cat putih, dengan dekorasi minimalis.

Tak main-main, rumah sakit yang menjadi cabang Eka Hospital kesembilan di Indonesia ini memiliki alat kesehatan canggih berupa robotik Da Vinci Xi.

CEO Eka Hospital Group drg Rina Setiawati mengatakan, hadirnya inovasi teknologi kesehatan ini digadang-gadang bisa menjadi pilihan masyarakat Indonesia, alih-alih berobat ke luar negeri. Seturut itu, rumah sakit juga diisi oleh dokter yang memiliki reputasi baik di bidang spesialis masing-masing.

"Tujuan dari pembukaan rumah sakit ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperluas akses yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia untuk bisa menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ada sejumlah nama besar, guru-guru, dan profesor yang akan berpraktik," ujarnya dalam peresmian Eka Hospital MT Haryono di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Soal teknologi robotik ini, Rina menjelaskan, intervensi medis melalui sentuhan teknologi tersebut acap untuk keperluan beberapa operasi. Hasilnya pun terbukti efektif, termasuk dalam soal keselamatan pasien. Mulai dari operasi bedah digeatif, urologi, hingga onkologi atau bedah tumor.

"Apa sih keunggulan dari robot surgery, jadi pada saat robot mau mencapai suatu lokasi, biasanya kan dikerjakan dengan tangan manusia atau tangan dari dokternya. Nah, dengan robot ini tetap dilakukan pemotongan jaringan, tetapi yang memotong atau cara memotongnya itu sangat-sangat presisi karena dilakukan dengan robot," kata Rina.

"Kalau misalnya ada suatu organ atau suatu jaringan yang mau kami ambil tetapi jaringannya katakanlah letaknya agak di belakang atau tertutup oleh bagian atau organ tubuh yang lain, maka robot ini bisa menjangkau sampai ke daerah yang sulit tersebut," ujarnya.

Eka Hospital Group sendiri sudah berpengalaman dalam memanfaatkan teknologi robotik dalam tindakan operasi. Bedah teranyar, Rina menceritakan, ada satu pasien yang mesti dibuang sebagain ususnya lantaran terdapat tumor. Operasi demikian termasuk berat sehingga biasanya berakibat mengeluarkan darah tidak sedikit.

Namun, dengan teknologi robotik ini, risiko di meja operasi dapat ditekan sekecil mungkin. "Jadi ginjal itu dipotong setengahnya tetapi kami semua melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana operasi itu dilakukan dan darah itu sangat minimal, betul-betul minimal itu tidak sampai satu cangkir, kata Rina. 

Sehingga, Rina menekankan efek turunan pasca-operasi dapat pula diminimalisir demi kebaikan pasien. Jadi, nanti waktu masa pemulihan dan masa tinggal di rumah sakit juga akan lebih cepat. "Nah, ini sangat-sangat berguna untuk pasien supaya mereka bisa cepat pulih dan tidak berlama-lama di dalam rumah sakit dan bisa melakukan pengobatan atau kontrol yang selanjutnya," katanya.

Dalam kesempatan sama, Hospital Director Eka Hospital Group dr Shierly Novan menjelaskan, pelayanan di fasilitas kesehatan ini tidak hanya bersifat rehabilitatif, tapi juga promotif, preventif dan kuratif. Dalam pelayanan kepada pasien pun, rumah sakit melakoninya dengan pendekatan interdisipliner.

"Di setiap fase pilar pelayanannya ini, kami selalu mengadopsi teknologi terkini mulai dari layanan diagnostik hingga layanan surgery. Kami memaknai bahwa manusia merupakan makhluk yang kompleks sehingga pelayanan kesehatannya pun memerlukan pelayanan kolaboratif," ujar Shierly.

"Dan ini diharapkan tentunya Eka Hospital Group mampu berkompetisi tidak hanya dengan rumah sakit di Indonesia namun juga dengan rumah sakit di luar dari Indonesia," ujarnya.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik