Fakta Baru Ungkap Komitmen Gus Yahya ke Palestina, Tepis Tuduhan Pro-Zionis

Fakta Baru Ungkap Komitmen Gus Yahya ke Palestina, Tepis Tuduhan Pro-Zionis

Terkini | inews | Selasa, 2 Desember 2025 - 15:57
share

JAKARTA, iNews.id - Tuduhan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merupakan simpatisan Zionis kembali mencuat ke publik dalam beberapa pekan terakhir. Isu itu dipicu oleh kehadiran akademisi Peter Berkowitz dalam kegiatan PBNU dan diungkitnya pertemuan antara Gus Yahya dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada 2018. 

Namun, rangkaian data, testimoni resmi, serta rekam jejak tindakan PBNU justru menampilkan fakta yang sangat berbeda. Dokumen analisis komprehensif mengungkap bahwa tuduhan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga bertentangan dengan bukti-bukti yang selama ini dapat diverifikasi. 

Dokumen itu menyajikan kronologi lengkap, termasuk peristiwa menegangkan saat Gus Yahya secara terbuka menolak tawaran normalisasi hubungan Indonesia–Israel di hadapan Netanyahu.

Menurut kesaksian delegasi yang hadir pada 2018, pertemuan itu bukanlah agenda yang direncanakan. Rombongan PBNU tiba-tiba diarahkan ke kantor Netanyahu dan ditawarkan peran sebagai mediator normalisasi. Dalam situasi diplomatik yang sangat sensitif, Gus Yahya memberikan sikap tegas yang membuat Netanyahu kecewa dan langsung meninggalkan ruangan.

“Saya terang-terangan dan tegas menyatakan bahwa saya datang ke sini demi Palestina. Dan saya nggak akan pernah berhenti dengan posisi itu apapun yang terjadi,” kata Gus Yahya, sebagaimana dikutip dalam dokumen tersebut, Selasa (2/12/2025). 

Penolakan keras itu bahkan memicu kegaduhan internal di parlemen Israel dan dijadikan sorotan oleh media setempat.

Bantahan paling kuat terhadap tuduhan pro-Zionis datang dari Palestina sendiri. Wakil Hakim Agung Palestina, Mohammed A.Y. Azzam, ketika berkunjung ke PBNU pada April 2023, menyampaikan apresiasi mendalam atas posisi Gus Yahya. 

“Kami merasa tenang karena Syekh Yahya berada di pihak kami melalui cara yang sangat humanis dan internasional,” ujarnya saat berkunjung ke PBNU beberapa waktu lalu.

Pengakuan serupa datang dari berbagai tokoh lain, termasuk mantan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, Duta Besar Iran untuk Indonesia, serta pimpinan ormas Islam nasional. Mereka menilai langkah diplomasi PBNU sejalan dengan perjuangan Palestina dan dilakukan melalui koridor resmi yang sah.

Tidak hanya dukungan moral, rekam jejak aktivitas PBNU menunjukkan konsistensi nyata dalam membela Palestina. Mulai dari penyelenggaraan R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) pada 2023 untuk mengimbau dunia menghentikan kekerasan di Gaza, hingga rangkaian pertemuan dengan pejabat Palestina, lobi diplomatik, serta kolaborasi dengan berbagai ormas Islam. Aktivitas tersebut terdokumentasi dalam sejumlah pemberitaan nasional, mulai dari 2023 hingga 2025.

Forum-forum internasional yang digelar PBNU juga aktif mendorong gencatan senjata dan penyelesaian damai, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah Palestina untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada publik Indonesia dan komunitas global.

Dokumen analisis tersebut menyimpulkan bahwa tuduhan terhadap Gus Yahya didasarkan pada narasi yang dipotong konteks dan mengabaikan fakta-fakta substansial. Sementara itu, bukti yang tersedia justru memperlihatkan bahwa PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya memiliki posisi tegas dan konsisten dalam membela hak-hak rakyat Palestina.

Argumentasi yang dipaparkan juga menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak selalu tampak dalam slogan atau retorika, tetapi melalui diplomasi tingkat tinggi, pengaruh internasional, dan langkah strategis yang telah diakui efektivitasnya oleh pihak Palestina sendiri

Topik Menarik