Belum Setahun, PM Thailand Srettha Thavisin Terancam Kehilangan Jabatan

Belum Setahun, PM Thailand Srettha Thavisin Terancam Kehilangan Jabatan

Terkini | inews | Rabu, 10 Juli 2024 - 13:29
share

BANGKOK, iNews.id - Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin bakal duduk di kursi pesakitan lagi, bahkan terancam kehilangan jabatan. Mahkamah Konstitusi Thailand menetapkan 24 Juli sebagai sidang lanjutan terkait kasus yang menjeratnya.

Srettha dituduh melanggar konstitusi terkait pengangkatan seorang pengacara,  Pichit Chuenban, sebagai menteri padahal dia sedang menjalani hukuman atas tuduhan menghina mahkamah. Pichit dianggap tidak memenuhi standar moral dan etika untuk seorang menteri.

Pada awal bulan ini, Mahkamah menetapkan, kasus Srettha akan diputuskan September mendatang.

“Mahkamah telah mendapat lebih banyak informasi, termasuk bukti, dari individu yang dipanggil,” bunyi pernyataan Mahkamah Konstitusi, dikutip dari Reuters, Rabu (10/7/2024).

Kasus Srettha dibuka menyusul pengaduan dari 40 senator yang ditunjuk militer pada Mei lalu. Mahkamah Konstitusi kemudian menyelidiki kasus ini. Sejak itu Pichit mengundurkan diri, namun Srettha membantah melanggar Konstitusi.

Jika Srettha dinyatakan bersalah dan dicopot dari jabatannya, pemerintahan baru harus dibentuk. Partai berkuasa, Pheu Thai, juga harus mengajukan calon perdana menteri baru untuk dipilih oleh parlemen.

Srettha dilantik pada September 2023, berarti masa jabatannya tak sampai setahun jika dicopot.

Bukan hanya kasus ini, Srettha juga sedang diselidiki terkait tuduhan menyerukan pembubaran partai oposisi, Bergerak Maju. Partai tersebut sebenarnya pemenang pemilu tahun lalu dan memiliki kursi terbesar di parlemen. Namun ketua partainya tak mendapat persetujuan yang cukup di parlemen untuk dipilih sebagai perdana menteri.

Topik Menarik