Kerja Sejam Kini Beres dalam Hitungan Detik, SAP Pamerkan Kantor yang Dijalankan AI

Kerja Sejam Kini Beres dalam Hitungan Detik, SAP Pamerkan Kantor yang Dijalankan AI

Teknologi | sindonews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:38
share

Pekerjaan kantor yang dulu menyita satu jam kini bisa selesai dalam hitungan detik. Caranya cukup dengan mengetik perintah dalam bahasa sehari-hari kepada asisten berbasis kecerdasan buatan (AI).

Itulah yang dipamerkan SAP SE dalam ajang SAP Connect di Las Vegas, Amerika Serikat, 6 Oktober 2026. Perusahaan perangkat lunak bisnis itu memperkenalkan Autonomous Enterprise, yakni perusahaan yang sebagian pekerjaan rutinnya dijalankan AI.

”Autonomous Enterprise telah hadir,” kata CEO SAP SE Christian Klein.

Dari Menjawab ke Mengerjakan

SAP mengandalkan dua produk. Joule Work memungkinkan karyawan ”bercakap” dengan sistem SAP memakai bahasa sendiri. Jawabannya bersandar pada SAP Knowledge Graph yang memetakan lebih dari 7 juta bidang data.Joule Assistants melangkah lebih jauh. Asisten ini langsung mengerjakan tugas di dalam alur kerja, lengkap dengan izin akses dan jejak catatan (audit trail). Perusahaan bisa mengatur seberapa jauh AI boleh bekerja sendiri.

Di bagian keuangan, International Trade Assistant memangkas kerja klasifikasi transaksi hingga 50 persen. Di rantai pasok, penanganan gangguan yang biasanya makan waktu berjam-jam bisa dituntaskan dengan satu klik.

SAP mencobanya lebih dulu di rumah sendiri. Sebanyak 110.000 karyawan SAP memakai Joule Work, dengan kenaikan produktivitas 20 persen di keuangan, SDM, dan pengadaan.

Maschinenfabrik Reinhausen, pelanggan SAP selama 28 tahun, merasakan dampaknya. ”Apa yang sebelumnya membutuhkan hingga satu jam pekerjaan manual di lingkungan SAP S/4HANA kami kini dapat dilakukan dalam hitungan detik,” ujar Peter Wied, Director of Complexity Management perusahaan itu.

Nestlé memakai Accounts Receivable Assistant untuk mengurutkan prioritas penagihan berdasarkan risiko. PwC memakai Billing Assistant untuk menangkap kesalahan tagihan lebih awal. Novartis menguji Joule Sourcing Assistant untuk urusan pengadaan.Data Rapi Dulu

Angka-angka itu perlu dibaca dengan cermat. Kenaikan 20 persen adalah hasil internal SAP, sedangkan sebagian besar pelanggan masih di tahap uji coba atau pengguna awal.

Kasus Nestlé juga memberi pelajaran. AI baru bisa bekerja setelah Nestlé menyeragamkan sistem SAP S/4HANA di 140 negara. Tanpa data yang rapi, AI tak punya bahan kerja yang andal.

Manusia pun tetap memegang kemudi. ”Kekuatan utama kami tetap berasal dari manusia yang bekerja bersama agen,” kata Steve Hankins, Chief Financial Officer Morgan Foods. Sekitar 1.000 karyawannya tetap menjalankan rantai pasok, AI membantu menghubungkan data permintaan, stok, dan pasokan lebih cepat.

Merambah PembayaranMelalui Joule Studio, pengguna bisa merakit agen AI sendiri dengan pilihan lebih dari 70 model AI. Tata kelolanya telah bersertifikat independen ISO/IEC 42001. Lewat Agent2Agent protocol, Joule juga bisa terhubung dengan AI buatan pihak lain.

SAP sekaligus masuk ke bisnis pembayaran lewat SAP Pay yang didukung Tereina. Pembayaran faktur dijalankan dan dicocokkan langsung di SAP Cloud ERP.

SAP juga menggandeng Moody's untuk memasok data risiko pemasok ke SAP Ariba, serta memperluas kerja sama dengan ORO Labs di bidang orkestrasi pengadaan.

Arahnya jelas: AI tak lagi sekadar teman bertanya, tetapi rekan kerja yang ikut menyelesaikan pekerjaan.

Topik Menarik