Kucing 1 - 0 Tesla! Teknologi Super Canggih Elon Musk Kalah Telak dengan Anabul Abu-abu!
Robotaxi Tesla di Austin, Texas, Amerika Serikat, kini beroperasi satu jam lebih lama, hingga pukul 23.00. Namun, kabar itu datang bersama pengakuan langka CEO Tesla Elon Musk: mobil tanpa sopirnya masih kesulitan melihat kucing pada malam hari.
”Hal utama yang sedang kami pecahkan adalah memastikan kami tidak melindas hewan peliharaan yang sulit terlihat pada malam hari. Secara harfiah, kami berusaha menghindari anak kucing abu-abu di atas aspal abu-abu dalam gelap,” tulis Musk di akun X, Sabtu (3/10/2026).
Sebelumnya, layanan itu tutup pukul 22.00. Padahal, saat diluncurkan pada Juni 2025, aplikasi robotaxi Tesla menerima pesanan pukul 06.00 hingga tengah malam. Lima belas bulan kemudian, jam tutupnya justru satu jam lebih awal dibandingkan hari pertama.
Kamera Butuh Cahaya
Pengakuan Musk menyentuh inti perdebatan lama. Tesla bertumpu sepenuhnya pada kamera, sensor pasif yang bergantung pada cahaya dan kontras. Kucing abu-abu di aspal gelap nyaris tidak memberi keduanya.Lidar bekerja berbeda. Sensor ini menembakkan pulsa laser dan mengukur pantulannya sehingga mobil mengetahui jarak dan bentuk tiga dimensi benda di jalan, siang ataupun malam, apa pun warnanya.
Radar melengkapinya dengan gelombang radio yang tetap bekerja dalam kabut, debu, dan silau.
Waymo, pesaing utama Tesla, memakai ketiganya. Sistem generasi keenamnya membawa 13 kamera, 4 lidar, dan 6 radar. Sekitar 4.000 mobil tanpa sopir Waymo beroperasi 24 jam sehari. Di Austin, armada Waymo jauh lebih besar dibandingkan armada Tesla.
Tesla menempuh jalan sebaliknya. Radar dicopot pada Mei 2021, sensor ultrasonik dihapus pada 2022, dan lidar tak pernah dipasang.
Pada April 2019, Musk menyebut lidar sebagai pekerjaan sia-sia. Pada Agustus 2025, ia mengklaim lidar dan radar justru mengurangi keselamatan karena sensor saling bertentangan. Mei 2026, ia masih memamerkan kemampuan kamera Tesla melihat dalam gelap.Padahal, saat radar dicopot pada 2021, Musk mengakui kepada Electrek lewat pesan langsung bahwa kamera yang dipadukan radar beresolusi tinggi lebih baik dibandingkan kamera saja.
Kejanggalan
Matahari di Austin kini terbenam sedikit lewat pukul 19.00. Artinya, robotaxi Tesla sudah melaju dalam gelap setiap malam. Mobil konsumen dengan fitur Full Self-Driving (FSD) juga memakai kamera yang sama tanpa batasan jam.
Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) pun tengah menyelidiki 3,2 juta mobil Tesla terkait kecelakaan FSD dalam kondisi jarak pandang rendah. Dalam penyelidikan itu, NHTSA meminta dokumen internal Tesla berjudul ”Radar Saves Us”.
Alasan biaya kian lemah. Rivian menyebut harga lidar kini hanya beberapa ratus USD, atau beberapa juta rupiah, per kendaraan.
Meski demikian, sensor lengkap bukan jaminan mutlak. Tahun lalu, sebuah Waymo melindas KitKat, kucing kesayangan warga di San Francisco. Waymo menyebut kucing itu melesat ke kolong mobil saat kendaraan mulai bergerak.
Bedanya, menurut Electrek, Tesla menjadi satu-satunya perusahaan yang CEO-nya mengakui mobilnya kesulitan melihat hewan itu sejak awal.


