Ilmuwan: Formasi Struktur Bahtera Nuh Mengundang Tanda Tanya Besar
Sekelompok peneliti arkeologi mengklaim telah menemukan bukti baru yang diyakini terkait dengan sisa-sisa Bahtera Nuh, yang konon terkubur di wilayah timur Turki.
Kelompok "Noah’s Ark Scans"—sebuah proyek penelitian arkeologi yang mengkaji Formasi Durupınar (struktur geologis berbentuk kapal di provinsi Ağrı) di dekat Gunung Ararat—membagikan hasil pemindaian radar penembus tanah (GPR) terbaru mereka kepada NewsNation.
Dalam cuplikan tayangan untuk episode mendatang program *Unreported* di NewsNation, Andrew Jones, pendiri Noah’s Ark Scans sekaligus peneliti arkeologi, menyatakan bahwa timnya kini telah berhasil memperoleh data bawah permukaan dari lokasi tersebut untuk pertama kalinya.Menurut laporan NewsNation, tim peneliti menggunakan sistem BakhtarRadar—yang digambarkan oleh Jones sebagai sesuatu yang mirip dengan "CT scan untuk bumi"—guna memeriksa struktur bawah tanah tersebut.
Teknologi ini memungkinkan mereka melakukan pemindaian hingga kedalaman sekitar 95 meter di beberapa lokasi.
Jones menjelaskan bahwa selama ini terdapat perdebatan mengenai hakikat sebenarnya dari Formasi Durupınar, termasuk teori yang menyebutkan bahwa formasi itu mungkin hanyalah batu besar, batuan dasar, atau struktur geologis alami yang kebetulan menyerupai bentuk kapal.Namun, pengeboran yang dilakukan oleh tim peneliti mengungkapkan bahwa area tersebut tidak terdiri dari satu blok batu padat yang utuh.
Sebaliknya, mereka mengklaim bahwa area tersebut mengandung tanah.
"Teori kami adalah bahwa itu merupakan sisa-sisa Bahtera Nuh yang terkubur," ujar Jones.
Tim tersebut dilaporkan telah meneliti formasi berbentuk kapal itu sejak tahun 2019. Lokasi tersebut pertama kali ditemukan oleh Kapten Angkatan Darat Turki, İlhan Durupınar, pada tahun 1959.
Jones mencatat bahwa penelitian terbaru ini juga memungkinkan timnya untuk memeriksa struktur bawah permukaan tanpa perlu melakukan penggalian berskala besar. Ia menambahkan bahwa kawasan pegunungan tersebut mengandung batuan, tanah, dan potensi rongga yang dapat memengaruhi pembacaan radar.Akan tetapi, teknologi yang digunakan memungkinkan para peneliti untuk mengidentifikasi anomali—yaitu fitur-fitur yang tampak berbeda dari struktur geologis di sekitarnya.
Berdasarkan data radar, ia mengklaim terdapat struktur di bawah permukaan yang tampak tersusun secara teratur. Oleh karena itu, tim peneliti berfokus pada pemindaian yang lebih rinci untuk menentukan lokasi spesifik tanpa merusak situs tersebut melalui penggalian berskala besar.
Dalam konteks keagamaan, kisah Bahtera Nuh memiliki arti penting dalam agama Islam, Kristen, dan Yahudi.
Menurut tradisi-tradisi tersebut, Tuhan memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera guna menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan berbagai hewan dari banjir besar yang menimpa umat manusia.
Kisah mengenai bahtera ini tercantum dalam Alkitab dan Taurat, serta disebutkan pula dalam Al-Qur'an.
Meskipun klaim terkait Formasi Durupınar terus menarik perhatian, pernyataan yang disampaikan oleh tim *Noah’s Ark Scans* masih sebatas hipotesis; hal tersebut memerlukan kajian ilmiah dan verifikasi lebih lanjut sebelum dapat diterima sebagai bukti konklusif mengenai lokasi sebenarnya dari sisa-sisa Bahtera Nuh.







