Puspresnas Gandeng IGN Kembangkan Talenta Debat pada Generasi Muda, Ini Tujuannya

Puspresnas Gandeng IGN Kembangkan Talenta Debat pada Generasi Muda, Ini Tujuannya

Teknologi | inews | Jum'at, 11 September 2026 - 16:59
share

JAKARTA, iNews.id - Kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, hingga berani berhadapan dengan perbedaan pandangan menjadi bagian penting dalam pengembangan diri generasi muda.

Hal inilah yang coba didorong Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui kerja sama dengan International Global Network (IGN) dalam pengembangan talenta debat pelajar Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono dan Presiden IGN Muhammad Fahrizal.

President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal. (Foto: Istimewa)

Kolaborasi ini menyasar para peraih The Best Speaker Lomba Debat Indonesia (LDI) Bahasa Inggris Tahun 2026 kategori individu jenjang pendidikan menengah.

Namun, pembinaan talenta debat tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan peserta yang unggul dalam kompetisi. Pengalaman debat juga dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang berguna dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Debat Jadi Ruang Pengembangan Diri

Dalam debat, peserta tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk berbicara. Mereka harus mampu memahami persoalan, menyusun argumen, mendengarkan pandangan berbeda, kemudian memberikan respons secara terukur.

Proses tersebut membuat debat dapat menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus komunikasi.

Pelajar juga belajar menyampaikan gagasan tanpa sekadar mengandalkan emosi. Setiap pendapat perlu didukung alasan yang jelas sehingga peserta terbiasa mempertimbangkan informasi sebelum mengambil kesimpulan.

Kemampuan seperti ini menjadi penting bagi generasi muda yang akan berhadapan dengan berbagai informasi dan persoalan yang semakin kompleks.

Selain itu, pengalaman mengikuti debat dapat membantu membangun kepercayaan diri. Pelajar terbiasa berbicara di hadapan orang lain, menyampaikan pendapat dalam situasi terbatas waktu, serta mempertahankan gagasan ketika mendapatkan pertanyaan atau sanggahan.

Tak Hanya Berbicara, tetapi Belajar Bernegosiasi

Pengembangan talenta melalui debat juga diperluas ke pengalaman internasional. IGN akan membina 15 anak dari finalis terbaik LDI, dengan tiga peserta terbaik akan mendapatkan pembiayaan penuh untuk mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2027.

"Ini merupakan langkah awal yang IGN harap dapat menjadi kontribusi khususnya untuk anak anak muda Indonesia," kata Fahrizal.

Dia menambahkan, "Kami memiliki satu concern bagaimana memberikan ruang bagi anak muda di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan melalui kerja sama ini kami bisa membersamai adik-adik di level internasional."

AYIMUN menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengikuti simulasi sidang internasional bersama pelajar dari berbagai negara.

Dalam forum tersebut, peserta akan membahas isu global, menyusun gagasan dan berlatih mencari solusi melalui mekanisme diplomasi.

Pengalaman tersebut dapat memperkenalkan generasi muda pada kemampuan lain, seperti negosiasi, kerja sama, kepemimpinan, komunikasi lintas budaya dan penyelesaian masalah.

Dengan demikian, kemampuan yang dikembangkan tidak berhenti pada bagaimana seseorang memenangkan perdebatan, tetapi bagaimana dia mampu menyampaikan gagasan sekaligus memahami kepentingan dan perspektif orang lain.

Puspresnas Dorong Pengembangan Talenta Berkelanjutan

Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan pengembangan talenta membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang semakin luas.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada International Global Network (IGN). Apa yang dijalankan oleh IGN bersama dengan Puspresnas ini adalah bagian dari semangat yang selalu digaungkan oleh Menteri Prof. Abdul Muti, bahwa partisipasi semesta harus terus dijalankan dalam rangka pengembangan Talenta," ujar Maria.

Menurut dia, terdapat empat prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam manajemen talenta muda, yakni kolaborasi, berkelanjutan, inklusivitas dan berorientasi pada kepentingan murid.

"Kami harapkan semoga kesempatan ini tetap terus berlanjut untuk terus mengembangkan talenta talenta terbaik Indonesia," katanya.

AYIMUN ke-24 akan berlangsung pada 15-18 Januari 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia. Para peserta akan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara dan membahas persoalan global melalui simulasi forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Bagi generasi muda, pengalaman semacam ini dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri. Mereka tidak hanya dituntut untuk berprestasi, tetapi juga belajar mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, berkomunikasi dengan baik dan beradaptasi ketika berada di lingkungan yang berbeda.

Pada akhirnya, pengembangan talenta debat bukan semata-mata tentang siapa yang paling kuat dalam berargumentasi. Lebih jauh, proses tersebut menjadi bekal agar generasi muda mampu berpikir matang, menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan berkolaborasi menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Topik Menarik