Gemini Robotics 2 Bantu Robot Bisa Berpikir seperti Manusia

Gemini Robotics 2 Bantu Robot Bisa Berpikir seperti Manusia

Teknologi | sindonews | Senin, 3 Agustus 2026 - 21:07
share

Google DeepMind baru saja memperkenalkan Gemini Robotics 2, sebuah sistem AI yang membantu robot humanoid mengoordinasikan kaki, badan, dan tangan mereka untuk bergerak dan melakukan tugas di lingkungan dunia nyata.

Pada tanggal 30 Juli, Google DeepMind memperkenalkan Gemini Robotics 2 – sebuah sistem AI baru yang mengendalikan seluruh tubuh robot humanoid. Tidak seperti versi sebelumnya yang terutama mengendalikan bagian atas tubuh untuk melakukan tugas di atas meja, Gemini Robotics 2 memungkinkan robot untuk mengoordinasikan gerakan dari kaki dan badannya hingga ke tangannya.

Saat menerima instruksi dalam bahasa alami, robot dapat mengamati lingkungannya, menemukan objek, dan kemudian merencanakan tindakannya. Misalnya, untuk meletakkan barang ke dalam laci yang rendah, robot harus bergerak ke posisi yang tepat, membungkuk, menyesuaikan pusat gravitasinya, mengambil barang tersebut, dan menjaga keseimbangan selama proses tersebut.

Menurut risetsurat kabar Tuoi Tre, kebaruan Gemini Robotics 2 tidak hanya terletak pada kemampuannya untuk mengendalikan banyak bagian tubuh, tetapi juga pada kemampuannyauntuk menggabungkan pengamatan, penalaran, dan tindakandalam satu tugas. Alih-alih hanya melakukan tindakan yang telah diprogram sebelumnya, robot ini dapat secara mandiri menghitung urutan tindakan yang sesuai dengan lingkungannya.

Gemini Robotics 2 mengendalikan robot humanoid yang bergerak dan bermanuver menggunakan seluruh tubuhnya -Video: Google DeepMind.Dalam video uji coba, robot tersebut dapat berjalan, duduk rendah, meraih, dan bermanuver di ruang sempit atau berantakan. Sistem ini didemonstrasikan dengan berbagai tugas seperti membersihkan barang dari rak, menyegel kantong plastik, mengikat kantong sampah, atau melepas bola lampu.Gemini Robotics 2 juga memperluas kemampuan kontrol tangannya. Sistem ini dapat mengoperasikan tangan SharpaWave lima jari dengan 22 derajat kebebasan, dan kompatibel dengan penjepit dua jari yang umum digunakan pada robot industri. Menurut Google, AI ini telah melakukan keterampilan motorik halus seperti mengikat simpul dan menutup ritsleting tas.

Namun, hasil uji yang dipublikasikan oleh Google menunjukkan bahwa robot tersebut masih belum dapat melakukan semua tugas secara konsisten. Pada robot Apollo 2 yang menggunakan tangan SharpaWave, tingkat keberhasilannya adalah 92 saat melepas bola lampu, tetapi hanya 36 saat memasangnya, 44 saat mengikat kantong sampah, dan 40 saat menutup kantong berresleting. Menurut Google, tugas-tugas yang membutuhkan koordinasi yang tepat dari beberapa jari masih menjadi tantangan.

Google juga memperkenalkan Gemini Robotics ER 2 – sebuah sistem yang menangani perencanaan dan koordinasi pada tingkat tinggi. AI ini memantau gambar dari kamera, memecah tugas menjadi beberapa langkah, memeriksa kemajuan, dan menyesuaikan jika robot tidak berkinerja dengan benar.

Sistem ini juga dapat memperbarui rencana ketika pengguna mengubah permintaan mereka secara verbal saat robot sedang bekerja, alih-alih harus memprogram ulang seluruh proses.

Selain itu, Gemini Robotics ER 2 mendukung beberapa robot yang bekerja bersama di ruang yang sama. Misalnya, satu robot menangani objek bergerak, robot lain melakukan operasi manual, dan mereka bertukar data untuk menyelesaikan tugas.Masih banyak keterbatasan dalam kehidupan nyata.Video demonstrasi menunjukkan bahwa robot semakin lincah, mampu berjalan, menjaga keseimbangan, dan melakukan banyak manuver kompleks. Namun, inibelum berarti bahwa robot siap beroperasi secara stabil di lingkungan dunia nyata.

Menurut Google, sistem-sistem ini masih dilatih menggunakan simulasi, video sampel, dan data yang dikumpulkan ketika manusia secara langsung mengendalikan robot. Sementara itu, lingkungan dunia nyata selalu memiliki lebih banyak faktor yang tidak dapat diprediksi daripada di laboratorium.

Benda-benda mungkin salah tempat, lantai mungkin licin, pencahayaan mungkin berubah, atau seseorang mungkin tiba-tiba muncul di area kerja. Hanya satu kesalahan dalam pengenalan atau perencanaan dapat menyebabkan robot menjatuhkan benda, bertabrakan, atau menimbulkan bahaya keselamatan.

Google menyatakan bahwa Gemini Robotics ER 2 dirancang untuk mendeteksi ketika seseorang mendekat, menghentikan robot secara aman, dan hanya melanjutkan operasi ketika area tersebut aman. Namun, ini hanyalah hasil yang dipublikasikan oleh Google selama pengujian dan tidak membuktikan bahwa robot dapat beroperasi dengan aman dalam semua kondisi dunia nyata.

Selain itu, Google juga memperkenalkan Gemini Robotics On-Device 2 – sebuah versi yang dapat berjalan langsung pada perangkat keras robot tanpa bergantung pada koneksi internet yang konstan. Menurut Google, model ini dapat disesuaikan untuk jenis robot baru hanya dengan beberapa jam data, tetapi saat ini hanya tersedia untuk sejumlah mitra pengujian terpilih.

Saat ini, Google belum mengkomersialkan Gemini Robotics 2 sebagai robot konsumen. Untuk saat ini, Gemini Robotics 2 masih tetap menjadi platform AI untuk penelitian, pengembangan, dan integrasi dengan produsen robot.

Gemini Robotics 2 menunjukkan bahwa AI berkembang dari aplikasi di layar hingga mengendalikan robot didunianyata. Namun, sebelum robot humanoid dapat bekerja berdampingan dengan manusia, masalah terkait kecepatan, akurasi, biaya, dan terutama keselamatan masih membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecahkan.

Topik Menarik