Makhluk-makhluk Raksasa Bermunculan di Dasar Laut China

Makhluk-makhluk Raksasa Bermunculan di Dasar Laut China

Teknologi | sindonews | Senin, 3 Agustus 2026 - 07:51
share

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menjatuhkan bangkai sapi ke kedalaman 1.629 meter di Laut China Selatan, memasang kamera, dan melakukan pengamatan.

Juli lalu, majalah InggrisBBC Wildlifemenerbitkan sebuah cerita menarik: "Para ilmuwan menjatuhkan bangkai sapi ke Laut Cina Selatan, dan kemudian muncul makhluk raksasa.

Makhluk laut dalam yang sangat besar ini, yang dapat tumbuh hingga sepanjang 7 meter, belum pernah difilmkan sebelumnya di daerah tersebut."

Secara spesifik, pada Juni 2025, para ilmuwan merilis rekaman langka yang memperlihatkanhiu tidur Pasifikmuncul di Laut Cina Selatan.

Ini adalah kali pertama spesies ini difilmkan di daerah tersebut, memberikan petunjuk penting tentang perilaku dan jangkauan distribusi "raksasa" laut dalam yang misterius ini.Videotersebut direkam sebagai bagian dari sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiahOcean-Land-Atmosphere Research, yang bertujuan untuk memahami bagaimana hewan-hewan besar mencari makan di lingkungan laut dalam.

Untuk penelitian mereka, para ilmuwan menjatuhkan bangkai sapi ke kedalaman 1.629 meter di perairan tenggara Pulau Hainan. Mereka menempatkan kamera di lokasi tersebut dan menunggu. Saat itulah mereka merekam gambar seekor hiu Pasifik yang sedang tidur.

Spesies hiu yang bergerak lambat ini biasanya mendiami perairan dingin Pasifik Utara, seperti Laut Bering, Teluk Alaska, dan wilayah Baja California. Penemuannya di Laut Cina Selatan telah secara signifikan memperluas jangkauan spesies ini ke arah selatan, menurut penelitian tersebut.

Tim peneliti—yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Sun Yat-sen dan Laboratorium Sains dan Teknologi Kelautan Selatan Guangdong—mengamati sejumlah besar hiu Pasifik yang berhibernasi sedang mencari makan di lokasi penelitian.

Individu yang lebih besar (dengan panjang lebih dari 2,7 meter) terlihat mencabik-cabik bangkai sapi secara agresif, sementara individu yang lebih kecil berenang di sekitarnya dengan lebih hati-hati.Salah satu pengamatan yang paling mencolok adalah perilaku "mengantre" yang tampak pada hiu-hiu tersebut. Individu yang mendekat dari belakang tampaknya diberi prioritas dibandingkan dengan mereka yang sudah makan.

Han Tian, seorang peneliti di Universitas Sun Yat-sen,berkomentar: "Perilaku berburu hiu yang sangat agresif yang tercatat di Laut China Selatan menunjukkan bahwa daerah tersebut masih memiliki sumber makanan yang melimpah di laut dalam.

Tetapi apa sebenarnya sumber makanan ini? Ini adalah pertanyaan menarik untuk studi tentang distribusi dan perilaku hewan."

Studi ini juga menemukan bahwa hiu tidur Pasifik menunjukkan perilaku langka: menarik matanya ke dalam rongga mata saat makan.

Tidak seperti banyak predator lainnya, mereka tidak memiliki selaput pelindung di sekitar mata mereka. Para peneliti menduga gerakan ini mungkin merupakan refleks pertahanan, yang membantu melindungi mata mereka saat berburu.

Tim peneliti juga menemukan poin penting lainnya: semua hiu yang muncul dalam rekaman tersebut adalah betina.

Studi tersebut mencatat bahwa beberapa spesies ikan laut dalam lainnya, seperti hiu megamouth, juga memiliki populasi yang didominasi betina di Laut Cina Selatan. Hal inimenimbulkan spekulasi bahwa daerah tersebut berfungsi sebagai tempat berkembang biak dan pembibitan bagi hiu muda dari beberapa spesies hiu besar

Topik Menarik