Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang

Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang

Teknologi | sindonews | Senin, 29 Juni 2026 - 15:39
share

Robot otonom akan diizinkan beroperasi di area parkir bandara Incheon dan Gimpo untuk memotret bagian bawah pesawat; gambar-gambar ini kemudian akan dianalisis oleh AI untuk mendeteksi kerusakan dan kelainan.

Pemerintah Korea Selatan telah menyetujui mekanisme pengecualian peraturan, yang memungkinkan penggunaan robot otonom bertenaga AI untuk inspeksi teknis pesawat di bandara.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan, mempersingkat waktu inspeksi, dan meningkatkan keselamatan pekerja.

Pada tanggal 29 Juni, seorang reporter TTXVN di Seoul, mengutip informasi dari Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, melaporkan bahwa Komite Korea untuk Meninjau Pengecualian dari Peraturan di Sektor Konvergensi Industri telah menyetujui lima kasus untuk penerapan mekanisme pengecualian khusus, termasuk proyek yang menggunakan robot AI untuk memeriksa pesawat terbang.

Berdasarkan peraturan baru, robot otonom akan diizinkan beroperasi di area apron bandara Incheon dan Gimpo untuk memotret bagian bawah pesawat. Gambar-gambar ini kemudian akan dianalisis oleh sistem Kecerdasan Buatan untuk mendeteksi kerusakan atau kelainan.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa penerapan teknologi ini dapat mempersingkat waktu inspeksi pesawat dari 8-12 jam saat ini menjadi sekitar 1 jam, sehingga berkontribusi pada peningkatan efisiensi perawatan dan mengurangi waktu henti pesawat.Selain itu, robot AI diharapkan dapat membantu meminimalkan risiko bagi teknisi perawatan dengan mengurangi kebutuhan untuk bekerja di ketinggian, yang dapat mencapai hingga 20 meter selama inspeksi pesawat tradisional.

Selain sektor penerbangan, pemerintah Korea Selatan juga telah menyetujui beberapa pengecualian peraturan di sektor energi dan pembangunan lokal.

Di sektor energi, pihak berwenang telah mengesahkan proyek percontohan yang menggunakan sistem penyimpanan energi bersama (ESS), di mana warga dapat menggunakan listrik yang tersimpan dan menguranginya dari tagihan listrik mereka.

Solusi ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban pada jaringan listrik selama jam-jam puncak, sekaligus menurunkan biaya listrik bagi rumah tangga yang berpartisipasi dalam program ini.

Di bidang pengembangan masyarakat, pemerintah Korea Selatan telah mengizinkan penerapan model pariwisata berbasis pengalaman di beberapa desa nelayan di Kabupaten Gochang, Provinsi Jeonbuk, dan Pulau Jeju.Di bawah mekanisme pengecualian baru ini, masyarakat dan bisnis diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan seperti memanen kerang dengan peralatan mekanis, merasakan kehidupan bersama penyelam Haenyeo (wanita laut), dan menjelajahi dataran lumpur, meskipun kegiatan-kegiatan ini sebelumnya dibatasi oleh peraturan perikanan.

Kim Seong Yeol, kepala Kantor Pengembangan Industri di Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, mengatakan bahwa keputusan pengecualian ini berfokus pada bidang-bidang yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari memastikan keselamatan penerbangan hingga mempromosikan pengembangan desa nelayan.

Pemerintah Korea Selatan akan terus meninjau dan mereformasi peraturan untuk memfasilitasi penerapan teknologi baru dan membawa manfaat nyata bagi rakyat negara tersebut.

Topik Menarik