Era Digital Ubah Karier Banyak Orang dari Pekerja Kantoran Jadi Kreator Konten

Era Digital Ubah Karier Banyak Orang dari Pekerja Kantoran Jadi Kreator Konten

Teknologi | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 13:12
share

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi digital dan media sosial membuka peluang karier baru yang semakin diminati masyarakat. Jika dahulu pekerjaan kantoran menjadi pilihan utama, kini banyak orang mulai melirik profesi kreator konten karena dinilai menawarkan ruang kreativitas lebih luas sekaligus peluang membangun pengaruh di tengah masyarakat.

Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya individu yang berhasil mengubah hobi dan aktivitas di media sosial menjadi profesi yang menjanjikan. Salah satunya William Adi, kreator digital yang kini dikenal aktif membagikan konten edukasi, traveling, dan komedi melalui berbagai platform media sosial.

Sebelum terjun ke dunia digital secara serius, William menjalani kehidupan layaknya pekerja kantoran pada umumnya. Rutinitas pekerjaan, target yang harus dicapai, hingga aktivitas harian menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun, di tengah kesibukan tersebut, dia melihat media sosial memiliki potensi yang jauh lebih besar daripada sekadar sarana hiburan. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi membuatnya yakin platform digital dapat menjadi media yang efektif untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Ketertarikan itu mendorong William mulai membuat berbagai jenis konten yang sesuai dengan kebutuhan audiens. Dia tidak ingin hanya mengikuti tren yang sedang viral, tetapi berupaya menghadirkan informasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

"Menurut saya, media sosial bukan hanya tempat untuk mencari hiburan. Platform ini juga bisa menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi yang bermanfaat bagi banyak orang," kata William Adi dalam keterangan tertulis.

Perjalanan tersebut membuahkan hasil. Akun Instagramnya kini memiliki lebih dari 28 ribu pengikut. Sementara akun TikTok dengan nama yang sama telah diikuti lebih dari 60 ribu pengguna.

Di antara berbagai tema yang diangkat, edukasi kesehatan kulit menjadi salah satu konten yang paling banyak mendapatkan perhatian. William melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit, tetapi di sisi lain masih banyak informasi yang membingungkan beredar di media sosial.

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang membeli produk hanya karena sedang viral tanpa memahami kondisi kulit masing-masing. Sebab itu, edukasi yang mudah dipahami menjadi kebutuhan penting.

Keseriusannya dalam memberikan edukasi juga diwujudkan melalui pembangunan berbagai komunitas digital. William tercatat sebagai owner Komunitas Skincarean, Beaute Radar, Info Diet Indonesia, dan Garis Raga.

Masing-masing komunitas memiliki fokus berbeda, mulai dari edukasi kesehatan kulit, tren kecantikan dan fashion, hingga pola hidup sehat. Meski demikian, seluruh komunitas tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan ruang berbagi informasi yang positif dan bermanfaat.

"Saya percaya komunitas bisa menjadi tempat belajar yang sangat efektif. Ketika orang-orang saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, manfaatnya akan jauh lebih besar dibandingkan belajar sendiri," ujar William.

William menilai dunia digital akan terus berkembang dan menghadirkan peluang baru bagi banyak orang. Sebab itu, dia memilih tetap berpegang pada prinsip menghadirkan konten yang informatif sekaligus memberikan dampak positif.

Perjalanan William Adi menjadi contoh bagaimana era digital membuka jalan karier baru bagi masyarakat. Dari seorang pekerja kantoran hingga menjadi kreator konten dan penggerak komunitas, membuktikan media sosial dapat menjadi sarana menciptakan manfaat sekaligus membangun pengaruh positif di tengah masyarakat.

Topik Menarik