Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Anthropic secara resmi menonaktifkan akses ke model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, Fable 5 dan Mythos 5, pada Jumat, 12 Juni 2026. Langkah ini diambil perusahaan untuk mematuhi direktif kontrol ekspor dari pemerintah Amerika Serikat yang merujuk pada otoritas keamanan nasional.
Perintah tersebut menginstruksikan penghentian total akses terhadap model tersebut bagi "setiap warga negara asing," baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat, termasuk karyawan Anthropic yang berkebangsaan asing.
Alasan Penonaktifan dan Keamanan
Pemerintah AS tidak memberikan rincian spesifik mengenai kekhawatiran keamanan nasional yang mendasari perintah tersebut. Namun, Anthropic menyatakan pemahaman mereka bahwa pemerintah mendeteksi adanya metode untuk memintas batasan sistem atau "jailbreaking" pada Fable 5.Jailbreaking: Proses untuk melewati batasan perangkat lunak guna mengakses informasi sensitif atau fitur yang diblokir.
Temuan Anthropic: Perusahaan telah meninjau demonstrasi teknik tersebut dan mengklaim hanya menemukan sejumlah kecil kerentanan yang sudah diketahui sebelumnya. Menurut Anthropic, kerentanan ini relatif sederhana dan dapat ditemukan oleh model AI publik lainnya tanpa memerlukan metode pintas khusus.Sebelumnya, Anthropic membatasi perilisan model ini melalui inisiatif bernama Project Glasswing pada April 2026, karena dianggap memiliki kapabilitas sangat tinggi yang berisiko jika disalahgunakan.
Konflik Anthropic dan Pemerintah AS
Peristiwa ini menandai ketegangan terbaru antara Anthropic dan pemerintahan Presiden Trump. Sebelumnya, Departemen Pertahanan (DOD) AS telah melabeli Anthropic sebagai "risiko rantai pasok" (supply chain risk). Label ini biasanya diperuntukkan bagi negara-negara lawan.Akibat label tersebut, kontraktor pertahanan diwajibkan untuk menjamin bahwa mereka tidak menggunakan model Claude milik Anthropic dalam pekerjaan militer. Anthropic saat ini sedang menempuh jalur hukum dengan menggugat Pentagon atas penetapan tersebut.
Dario Amodei, CEO Anthropic, menegaskan posisi perusahaan mengenai transparansi regulasi. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan:
"Sebagaimana telah kami nyatakan secara publik, kami meyakini pemerintah harus memiliki kemampuan untuk memblokir penyebaran yang tidak aman sebagai bagian dari proses undang-undang yang transparan, adil, jelas, dan didasarkan pada fakta teknis. Tindakan ini tidak mematuhi prinsip-prinsip tersebut."

