Geger! Elon Musk Buka Rahasia Algoritma X, Begini Cara AI Menentukan Isi Feed For You

Geger! Elon Musk Buka Rahasia Algoritma X, Begini Cara AI Menentukan Isi Feed For You

Teknologi | inews | Minggu, 17 Mei 2026 - 08:36
share

JAKARTA, iNews.id - Elon Musk membuat gebrakan di dunia teknologi. Dia membongkar rahasia sistem algoritma X ke publik melalui repository GitHub bernama x-algorithm. 

Langkah ini langsung menarik perhatian para engineer dan pemerhati teknologi, karena publik kini dapat melihat lebih dekat bagaimana sistem 'For You' di X bekerja. Apa saja rahasia yang dibongkar Elon Musk?

Melalui repository tersebut, X memperlihatkan bahwa algoritma feed kini semakin bergantung pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berbasis machine learning dan transformer model untuk memahami perilaku pengguna.

Sistem 'For You' disebut tidak lagi sekadar menampilkan postingan berdasarkan urutan waktu atau jumlah follower sebuah akun. Sebaliknya, AI akan mempelajari kebiasaan pengguna untuk menentukan konten mana yang paling mungkin menarik perhatian mereka.

Dalam dokumen teknis yang dipublikasikan, algoritma X bekerja dengan mengumpulkan ribuan kandidat postingan terlebih dahulu sebelum dipilih dan disusun menjadi timeline personal untuk tiap pengguna.

Konten yang dipilih berasal dari dua sumber utama. Pertama adalah postingan dari akun yang diikuti pengguna atau disebut in-network content. Kedua, postingan dari akun yang bahkan belum diikuti pengguna, tetapi dianggap relevan berdasarkan pola aktivitas dan minat pengguna.

Sistem AI kemudian melakukan penilaian terhadap setiap postingan menggunakan berbagai indikator interaksi. Mulai dari kemungkinan pengguna memberikan like, membalas tweet, repost, mengikuti akun tertentu, hingga kemungkinan melakukan mute atau block terhadap sebuah akun.

Secara konsep, sistem penilaian itu bekerja menggunakan kombinasi probabilitas dan bobot interaksi:

Final Score=∑i​(wi​×P(actioni​))

Artinya, setiap aksi pengguna memiliki nilai yang berbeda. Interaksi aktif seperti reply dan repost dianggap lebih bernilai dibanding sekadar like, sedangkan tindakan negatif seperti report atau mute akan menurunkan skor sebuah postingan.

Salah satu aspek yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan 'dwell time', yakni durasi waktu pengguna berhenti membaca sebuah postingan. Meski tidak melakukan interaksi apa pun, AI tetap dapat menilai sebuah tweet menarik jika pengguna menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat konten tersebut.

Tak hanya itu, algoritma juga menyaring berbagai jenis konten sebelum tampil di feed pengguna. Postingan spam, konten duplikat, tweet lama, hingga akun yang telah diblokir akan dieliminasi secara otomatis oleh sistem.

Repository tersebut juga menjelaskan konsep 'candidate isolation', yaitu metode di mana setiap postingan dinilai secara independen tanpa dipengaruhi tweet lain yang muncul bersamaan di timeline. Pendekatan ini dinilai membuat proses rekomendasi menjadi lebih stabil dan efisien.

Meski begitu, sejumlah pengembang teknologi menilai kode yang dipublikasikan kemungkinan baru sebagian kecil dari keseluruhan sistem produksi asli milik X. Data pelatihan AI, bobot model utama, hingga sistem iklan disebut belum sepenuhnya dibuka ke publik.

Langkah transparansi yang dilakukan X dinilai menjadi sinyal bahwa platform media sosial modern kini semakin mengandalkan AI prediktif untuk mempertahankan perhatian pengguna. Bukan hanya berdasarkan jumlah like atau popularitas akun, tetapi juga kebiasaan membaca dan pola interaksi pengguna secara keseluruhan.

Topik Menarik