Apa Itu Cera-Care Biome Technology yang Diklaim Menjaga Skin Barrier Bayi?
JAKARTA, iNews.id - Kulit bayi membutuhkan perhatian ekstra dibandingkan kulit orang dewasa. Apa alasannya?
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Stamatas GN dkk. pada 2010, kulit bayi sekitar 30 persen lebih tipis dan lapisan pelindung kulit (skin barrier) masih belum berkembang secara optimal untuk mengunci kadar air. Akibatnya, kulit bayi lebih mudah mengalami kekeringan, kemerahan, hingga iritasi.
Perkembangan teknologi perawatan kulit pun mulai mengarah pada upaya memperkuat skin barrier sekaligus menjaga keseimbangan mikrobioma kulit. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Cera-Care Biome Technology. Teknologi apa itu?
Apa Itu Cera-Care Biome Technology?
Cera-Care Biome Technology merupakan teknologi formulasi yang menggabungkan tiga bahan utama, yakni 5x ceramide, colloidal oatmeal extract, dan Lactobacillus ferment lysate. Ketiga bahan itu memiliki fungsi berbeda.
Ceramide berperan membantu memperkuat lapisan pelindung kulit sehingga mampu mempertahankan kelembapan. Sementara colloidal oatmeal extract dikenal dapat membantu menenangkan kulit yang kering atau kemerahan. Adapun Lactobacillus ferment lysate dimanfaatkan untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobioma atau bakteri baik yang hidup di permukaan kulit.
Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi Suteja, Sp.A., mengatakan bahwa kesehatan skin barrier memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan bayi. Menurutnya, kulit yang terlindungi dengan baik akan lebih kecil kemungkinannya mengalami iritasi, sehingga anak dapat tidur lebih nyenyak.
"Pelembap bagi kulit bayi itu sangat penting. Karena jika skin barrier-nya bagus, anak nggak gampang terkena iritasi, dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga hormon growth-nya juga berkembang baik," kata dr Ian dalam keterangan resminya, Selasa (28/7/2026).
"Bahkan bagi anak yang memiliki alergi, skin barrier-nya lebih rawan, sehingga mudah iritasi atau kemerahan. Sehingga butuh pelembap yang mengandung ceramide, colloidal extract, dan Lactobacillus ferment lysate," tambahnya.
Ia menambahkan, menjaga kesehatan kulit sejak dini bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga mendukung kualitas hidup anak, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi.
Teknologi ini diketahui telah melalui uji klinis bersama salah satu perguruan tinggi di Indonesia, serta serangkaian pengujian lain seperti hypoallergenic test, dermatologically tested, hingga uji penggunaan pada panelis.
CEO sekaligus Co-Founder GENTLY Baby, Nyoman Anjani, mengatakan inovasi ini dikembangkan karena semakin banyak orang tua yang 'concern' terhadap kandungan dan dasar ilmiah produk perawatan kulit anak.
"Dengan adanya Cera-Care Biome Technology, diharapkan dapat bermanfaat untuk menciptakan kulit yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak," kata Nyoman.
Selain mengandalkan kombinasi tiga bahan utama, teknologi ini juga diklaim dirancang untuk membantu menjaga fungsi skin barrier sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma kulit.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu tren terbaru dalam dunia dermatologi, yang tidak lagi hanya berfokus pada menjaga kelembapan kulit, tetapi juga mempertahankan fungsi alami kulit sebagai pelindung pertama tubuh dari paparan lingkungan.


