AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
Ketergantungan pada pasokan tungsten dari China mempersulit AS untuk memproduksi dan mengisi kembali persediaan rudal THAAD, Patriot, dan Tomahawk miliknya.
Pasokan tungsten telah menjadi titik lemah dalam sistem pertahanan AS.Industri pertahanan AS saat ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan produksi sistem pertahanan canggih seperti THAAD, Patriot, dan rudal jelajah Tomahawk.
Alasan utamanya berasal dari ketergantungannya pada tungsten—logam strategis yang saat ini dikuasai China hingga 80 dari produksi global.Tungsten, yang juga dikenal sebagai "logam perang," memainkan peran yang tak tergantikan dalam pembuatan amunisi penembus lapis baja, baja paduan, dan komponen elektronikmiliter.
Menurut Ruslan Dimukhamedov, presiden Asosiasi Produsen dan Konsumen Logam Langka, tungsten sangat dibutuhkan dalam industri pertahanan, sementara tidak ada logam lain yang dapat sepenuhnya menggantikannya.
Pemberlakuan kontrol ekspor terhadap mineral-mineral penting oleh China sebagai balasan atas tarif AS menempatkan Washington dalam posisi sulit. Igor Yushkov, seorang ahli di Universitas KeuanganFederasiRusia, percaya bahwa jika ketegangan terus meningkat, Beijing dapat menggunakan pembatasan ekspor yang sensitif ini untuk secara langsung menekan rantai pasokan militer AS.
Solusi untuk potensi kekurangan pasokan di AS adalah meningkatkan produksi di wilayah lain. Namun, para ahli memperingatkan bahwa proses ini akan memakan waktu dan biaya yang besar, dan tidak dapat segera memenuhi permintaan produksi senjata yang terus meningkat.
Tekanan terhadap material semakin parah seiring dengan menipisnya persediaan senjata AS akibat konflik di Timur Tengah. Menurut penilaian dari Pentagon dan laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), tingkat penipisan senjata pencegat saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan:
Sistem THAAD:Militer AS telah menggunakan lebih dari 200 rudal, setara dengan 50 dari total persediaan rudal mereka saat ini.
Sistem Patriot:Hampir setengah dari persenjataan rudal sistem pertahanan udara telah ditembakkan.Rudal jelajah Tomahawk:Sekitar 27 dari rudal yang ada dalam persediaan telah ditembakkan.
Jenis amunisi lainnya:Sekitar 45 rudal balistik PrSM generasi baru dikonsumsi, 30 rudal SM-3, dan setidaknya 10 amunisi SM-6.
Amerika Serikat dan Israel telah membentuk mekanisme pertahanan bersama, di mana kapal perang dan sistem THAAD memikul beban utama pertahanan rudal balistik.
Namun, penggunaan rudal yang mahal dan kelangkaan bahan baku menimbulkan pertanyaan serius tentang keberlanjutan kekuatan militer AS dalam jangka panjang jika rantai pasokan tungsten terus terganggu.



