Otak Bayi 60 Terdiri dari Lemak? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id – Lemak tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi bagi anak. Lemak juga memiliki peran besar dalam pembentukan dan perkembangan otak, terutama pada dua tahun pertama kehidupan.
Dokter spesialis anak dr Ian Suryadi Suteja, SpA, menjelaskan bahwa salah satu komponen penting dalam lemak adalah DHA yang dikenal berperan dalam perkembangan fungsi otak.
"DHA ini pentingnya luar biasa. Selain untuk kesehatan usus, DHA juga bagus sekali untuk brain development atau perkembangan otak," kata dr Ian dalam acara Talkshow Bumboo Fat Oil: Lemak Asli untuk Anak Juara di Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pentingnya DHA bahkan sudah diperhatikan sejak masa kehamilan. Tak heran jika banyak ibu hamil mendapatkan anjuran mengonsumsi suplemen yang mengandung DHA.
"Bukan cuma buat ibunya, tapi juga buat anaknya. Itu penting banget," ujarnya.
Dokter Ian menjelaskan, otak bayi terdiri dari 60 persen lemak, dan masa emas perkembangan otak terjadi pada 24 bulan pertama kehidupan. Pada periode tersebut, sebagian besar pertumbuhan otak berlangsung sangat cepat.
"Ternyata otak itu tumbuh di dua tahun pertama. Sekitar 80 persen lebih dari total berat otak dibentuk di 24 bulan pertama kehidupan," jelasnya.
Saat dewasa, berat otak manusia rata-rata mencapai sekitar 1.400 hingga 1.500 gram. Namun sebagian besar pembentukannya sudah berlangsung sejak bayi.
Karena itu, anak membutuhkan asupan lemak yang cukup selama masa MPASI dan awal kehidupan. Kekurangan lemak dapat memengaruhi ketersediaan DHA yang dibutuhkan dalam proses perkembangan otak.
"Kalau Anda tidak memberikan lemak pada anak-anak, otomatis otaknya juga tidak banyak lemak, tidak banyak DHA, sehingga perkembangan otaknya juga berkurang," katanya.
Selain mendukung perkembangan otak, lemak juga membantu proses pertumbuhan secara keseluruhan dan menjadi bagian penting dari kebutuhan nutrisi harian anak.
Oleh sebab itu, dr Ian mengingatkan orang tua untuk tidak menghilangkan lemak dari menu MPASI hanya karena khawatir terhadap isu kolesterol atau penyakit jantung yang umumnya lebih relevan pada usia dewasa.




