Teknologi Air Purifier Dikembangkan Bisa Cegah Risiko Pneumonia pada Anak
JAKARTA, iNews.id - Teknologi air purifier dapat membantu menekan risiko pneumonia pada anak di tengah meningkatnya kasus penyakit ini di Indonesia. Tercatat penderita pneumonia di Indonesia melonjak dari 330 kasus pada 2023, menjadi 1.278 kasus pada 2024.
Memasuki 2025–2026, pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi balita. Penyakit ini bahkan kerap dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena gejalanya yang bisa berkembang cepat tanpa disadari.
Diketahui, pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini rentan terjadi pada anak karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna.
Selain itu, pneumonia juga bisa terjadi berulang jika anak terus terpapar polusi udara, terutama di dalam ruangan. Paparan debu halus (PM2.5), asap rokok, hingga bakteri di udara menjadi faktor yang memperbesar risiko infeksi.
Data menunjukkan, polusi udara dalam ruangan berkontribusi hingga 60 persen terhadap risiko kematian akibat pneumonia pada anak. Hal ini membuat kualitas udara di rumah menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Dalam kondisi tersebut, penggunaan teknologi kesehatan untuk pencegahan diperlukan. Melihat ini, Levoit mengembangkan teknologi air purifier Levoit Core 300s.
Perangkat ini dilengkapi sistem filtrasi tiga tahap, yakni pre-filter, True HEPA H13, dan filter karbon aktif. Teknologi tersebut mampu menyaring hingga 99,97 persen partikel kecil berukuran 0,3 mikron, termasuk debu, alergen, dan asap yang berpotensi memicu gangguan pernapasan.
Clean Air Delivery Rate (CADR) mencapai 258 m³/h, perangkat ini mampu mempercepat sirkulasi udara bersih dalam ruangan. Kapasitas tersebut membuatnya efektif digunakan di ruangan hingga 54 meter persegi.
Selain itu, filter karbon aktif pada perangkat ini membantu mengurangi bau tidak sedap, asap masakan, hingga asap rokok yang sering kali menjadi pemicu iritasi saluran napas anak.
Dari sisi teknologi, perangkat ini juga dibekali sensor debu laser AirSight Plus yang mampu memantau kualitas udara secara real-time. Orang tua dapat memantau perubahan kualitas udara melalui aplikasi sehingga bisa segera mengambil tindakan saat kondisi udara memburuk.
“Levoit Core 300s kami rancang untuk membantu orang tua memantau kualitas udara dengan lebih cepat dan praktis, jadi bisa lebih sigap menjaga udara tetap aman untuk anak setiap hari,” ujar Asisten Manager Brand Marketing Levoit, Andri Sutanto dalam keterangan persnya dilansir Senin (4/5/2026).
Dia menuturkan untuk penggunaan malam hari, perangkat ini dilengkapi Mode Tidur dengan teknologi QuietKEAP yang membuat suara tetap halus. Fitur ini memungkinkan anak tetap tidur nyenyak tanpa gangguan.
Selain itu, pengoperasian perangkat juga tergolong praktis karena dapat dikontrol melalui aplikasi, serta terintegrasi dengan Amazon Alexa dan Google Assistant. Konsumsi daya yang efisien juga menjadi nilai tambah untuk penggunaan harian.
Meski teknologi air purifier dapat membantu menjaga kualitas udara, orang tua tetap diimbau untuk melakukan langkah pencegahan secara menyeluruh. Menjaga kebersihan rumah, membiasakan cuci tangan, melengkapi imunisasi, serta memastikan asupan nutrisi anak tetap optimal menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.
"Dengan kombinasi teknologi dan pola hidup sehat, risiko pneumonia pada anak diharapkan dapat ditekan secara signifikan," kata Andri.







