Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun

Era Baru Apple Dimulai: Ternus Masuk, Saham Meroket Capai Rp67.000 Triliun

Teknologi | sindonews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:27
share

Saham Apple (AAPL) melonjak lebih dari 3 ke posisi USD280,14 (Rp4.762.380) setelah laporan keuangan kuartal kedua (Q2) melampaui estimasi pendapatan dan laba di tengah skeptisisme pasar. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi John Ternus, Senior Vice President Hardware, yang dijadwalkan menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada September 2026 mendatang.

Berdasarkan data resmi, Apple membukukan pendapatan sebesar USD111,2 miliar atau setara Rp1.890,4 triliun. Angka ini naik signifikan dari USD95,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham (EPS) tercatat sebesar USD2,01 (Rp34.170), melampaui prediksi analis Bloomberg sebesar USD1,96. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan "luar biasa" pada lini iPhone 17 yang menyumbang pendapatan sebesar USD56,99 miliar (Rp968,8 triliun), tumbuh lebih dari 20 selama dua kuartal berturut-turut.

Di pasar China, Apple berhasil membalikkan keadaan dengan pendapatan USD20,49 miliar (Rp348,3 triliun), melampaui target analis di angka USD18,9 miliar.

Sektor komputer juga menunjukkan taji; pendapatan Mac mencapai USD8,39 miliar (Rp142,6 triliun). Keberhasilan ini didorong oleh peluncuran MacBook Neo seharga USD599 (Rp10.183.000) pada Maret lalu dan lonjakan permintaan Mac mini sebagai mesin pengolah AI (OpenClaw). Sementara itu, sektor layanan (Services) terus menjadi mesin uang dengan pendapatan USD30,97 miliar (Rp526,5 triliun).

Analis IDC mencatat bahwa pengiriman ponsel pintar global sebenarnya turun 4,1 menjadi 289,7 juta unit pada kuartal pertama 2026. Namun, Apple tetap kokoh di segmen premium. Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, menyatakan bahwa Apple mungkin akan menaikkan harga seri Pro di masa depan untuk menjaga margin. "Kehadiran iPhone Fold yang diperkirakan dibanderol di atas $2.200 (Rp37,4 juta) akan membantu menyeimbangkan kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan chip memori global," ungkapnya.

Tim Cook memberikan peringatan bahwa kenaikan harga memori akibat pembangunan pusat data AI di seluruh dunia dapat menekan margin mulai Juni 2026. Pasokan chip dari TSMC untuk prosesor iPhone juga masih terbatas. Meski demikian, setidaknya 13 broker telah menaikkan target harga saham Apple. Dengan proyeksi pertumbuhan penjualan 14 hingga 17 pada kuartal mendatang, nilai pasar Apple berpotensi bertambah Rp2.431 triliun dari total valuasi saat ini yang mencapai USD3,983 triliun atau sekitar Rp67.711 triliun. Fokus perusahaan kini tertuju pada konferensi pengembang Juni mendatang untuk mengungkap strategi integrasi AI yang lebih mendalam.

Topik Menarik