Tegas! Roblox Hilangkan Fitur Chat untuk Akun Bocil
JAKARTA, iNews.id – Platform game global Roblox Corporation resmi menerapkan kebijakan baru yang cukup signifikan bagi pengguna anak di Indonesia. Salah satu perubahan paling mencolok adalah penghapusan fitur chat atau komunikasi bagi akun usia tertentu demi meningkatkan keamanan digital.
Kebijakan ini menyasar jutaan pengguna muda di Tanah Air. Dari total sekitar 45 juta pemain Roblox di Indonesia, sebanyak 23 juta di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 16 tahun yang kini akan terdampak langsung oleh aturan baru tersebut.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa fitur chat akan dinonaktifkan secara otomatis bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi usia.
"Jika tidak melakukan verifikasi usia, maka chat atau fitur komunikasi langsung dimatikan," ujarnya saat konferensi pers, belum lama ini.
Aturan ini bahkan lebih ketat untuk kelompok usia tertentu. Anak-anak di bawah 13 tahun dipastikan tidak akan memiliki akses komunikasi sama sekali di dalam platform. Sementara itu, pengguna usia 13 hingga 15 tahun hanya dapat berinteraksi dengan pihak yang telah disetujui oleh orang tua.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk menekan potensi risiko di dunia digital, mulai dari interaksi dengan orang asing hingga ancaman penipuan dan eksploitasi. Pemerintah menilai fitur komunikasi dalam game online menjadi salah satu celah yang perlu diawasi secara serius.
Tak hanya soal komunikasi, Roblox juga memperketat sistem penyaringan konten. Pengguna anak kini hanya bisa mengakses permainan yang sesuai dengan klasifikasi usia mereka, sehingga pengalaman bermain menjadi lebih aman dan terkontrol.
VP Global Head of Public Policy Roblox Nicky Jackson mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem akun khusus berbasis usia untuk mendukung kebijakan ini.
"Untuk Roblox Kids tidak ada fitur obrolan sama sekali. Sedangkan Roblox Select hanya memungkinkan komunikasi terbatas yang diatur orang tua," jelas dia.
Ke depan, Roblox juga akan melakukan transisi otomatis terhadap jutaan akun anak di Indonesia ke dalam sistem baru tersebut. Meski mengubah pengalaman bermain, kebijakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi generasi muda.







