NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
Wahana penjelajah Curiosity milik NASA telah menemukan batuan dengan pola aneh yang menyerupai 'sisik naga' di Mars, menarik perhatian komunitas ilmiah.
Selama penelitian geologisnya di permukaan Planet Merah dekat kawah tumbukan Antofagasta, rover Curiosity merekam struktur-struktur ini, menurutScienceAlertpada 21 April.
Sekilas, struktur ini menyerupai sisik reptil, seolah-olah seekor naga pernah berbaring di lumpur.Menurutilmuwanproyek Abigail Fraeman, yang bekerja di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, pola-pola ini sebenarnya adalah poligon mirip sarang lebah, yang tersusun rapat di area seluas beberapa meter di permukaan tanah Antofagasta.
Meskipun struktur poligonal telah ditemukan di Mars sebelumnya, kepadatan dan kejelasan struktur ini dianggap sangat langka.
Curiosity merekam gambar-gambar ini pada tanggal 13 April 2026 (Sol 4865) dan saat ini sedang menjalani analisis terperinci.Di Bumi, pola serupa sering terbentuk ketika permukaan tanah mengalami siklus basah-kering yang berulang.
Saat lumpur lembap mengering, ia retak, membentuk celah yang secara bertahap berkembang menjadi bentuk poligonal. Di daerah dingin seperti Antartika, proses pembekuan dan pencairan juga dapat menciptakan struktur serupa.
Namun, di Mars, tempat air cair telah lenyap sejak lama, jejak semacam ini sangat langka.
Yang membuat para ilmuwan tertarik adalah kemiripan antara wilayah Antofagasta dan lokasi lain bernama Pontours, yang ditemukan pada tahun 2023 di Mars.
Di Pontours, struktur heksagonal beraturan diperkirakan merupakan hasil dari banyak siklus basah-kering yang berurutan. Seiring waktu, retakan berkembang dan saling terhubung, membentuk jaringan poligonal, yang kemudian "memfosil" seiring perubahan kondisi iklim selama jutaan tahun.
Di Antofagasta, struktur-struktur ini tampak lebih luas dan berupa punggungan yang terangkat, kemungkinan karena mineral mengisi retakan kuno dan memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap erosi daripada batuan di sekitarnya.
Meskipun masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti, penemuan ini membantu memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki sejarah air yang jauh lebih kompleks daripada yang ditunjukkan oleh permukaannya yang gersang saat ini.
Para ilmuwan berharap bahwa analisis lebih lanjut akan membantu menjelaskan bagaimana "sisik naga" ini terbentuk, dan juga memberikan lebih banyak petunjuk tentang iklim purba dan kemungkinan adanya lingkungan yang layak huni di Mars.








