Komdigi Ungkap Rating Game di Steam Bukan dari Pemerintah, Klasifikasi Tidak Akurat

Komdigi Ungkap Rating Game di Steam Bukan dari Pemerintah, Klasifikasi Tidak Akurat

Teknologi | inews | Senin, 6 April 2026 - 10:41
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan tampilan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah game di platform Steam bukan hasil klasifikasi resmi yang telah diverifikasi pemerintah Indonesia.

Komdigi mengecam penyampaian informasi klasifikasi yang tidak akurat karena dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap perlindungan masyarakat di ruang digital, terutama anak-anak sebagai pengguna.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana menyampaikan, hasil pemantauan menunjukkan rating yang ditampilkan di platform tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare.

“Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).

Kemkomdigi juga menemukan indikasi penggunaan label IGRS pada platform tersebut yang dilakukan melalui mekanisme internal tanpa proses verifikasi resmi, sehingga tidak mencerminkan hasil klasifikasi yang sah sesuai ketentuan di Indonesia.

Berpotensi Tidak Sesuai Ketentuan

Kemkomdigi menegaskan setiap pelaku usaha digital wajib menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan, sekaligus memastikan perlindungan pengguna di ruang digital.

Kewajiban tersebut diatur dalam sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang revisi UU ITE, Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim, serta Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Berdasarkan aturan tersebut, Kemkomdigi menilai terdapat indikasi ketidaksesuaian antara informasi yang ditampilkan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk penayangan rating yang tidak resmi serta penggunaan label IGRS tanpa verifikasi.

Kemkomdigi menyatakan akan segera meminta klarifikasi resmi dari pihak Valve Corporation selaku pengelola Steam, serta melakukan pembahasan lanjutan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.

“Kami meminta platform untuk memastikan bahwa setiap informasi yang ditampilkan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tanggung jawab dalam melindungi pengguna, khususnya anak-anak,” katanya.

Kemkomdigi menegaskan akan menindaklanjuti jika dalam proses evaluasi ditemukan pelanggaran, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah yang dapat diambil mencakup sanksi administratif terhadap penyelenggara sistem elektronik yang tidak memenuhi kewajiban.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan penyempurnaan sistem IGRS, termasuk penguatan mekanisme verifikasi dan pengawasan agar sistem klasifikasi gim menjadi lebih akurat dan terpercaya.

Komdigi menekankan bahwa pengawasan ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Pengguna diimbau untuk mengacu pada informasi resmi melalui laman IGRS dan kanal resmi Komdigi.

Topik Menarik