Pro Kontra Penggunaan AI Prediksi Aset Digital, Investor Diminta Waspada

Pro Kontra Penggunaan AI Prediksi Aset Digital, Investor Diminta Waspada

Teknologi | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 14:47
share

JAKARTA, iNews.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mempengaruhi berbagai sektor, termasuk industri aset kripto. Pemanfaatan AI untuk memprediksi pergerakan harga aset digital kini menjadi topik yang memunculkan pro dan kontra di kalangan pelaku industri maupun investor.

Teknologi ini dinilai mampu membantu proses analisis pasar secara lebih cepat dan efisien. Namun di sisi lain, penggunaan AI memprediksi harga kripto dinilai memiliki keterbatasan serta risiko yang perlu dipahami investor.

Menurut CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, teknologi AI memang dapat menjadi alat bantu dalam membaca pergerakan pasar kripto. Tapi, teknologi tersebut tidak bisa sepenuhnya menggantikan pemahaman dasar investor terhadap mekanisme pasar.

"AI mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan sangat cepat, sehingga dapat membantu investor melihat pola atau tren pasar yang mungkin sulit terdeteksi secara manual. Namun penting untuk diingat bahwa teknologi ini tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat menjamin prediksi harga yang akurat," ujar Resna dalam keterangan pers Senin (16/3/2026).

Dia menuturkan AI dapat memproses data historis harga, volume transaksi, sentimen media sosial, hingga perkembangan berita global yang berpotensi memengaruhi pasar kripto. Kemampuan memproses data secara real-time, AI memungkinkan investor mendapatkan gambaran kondisi pasar dengan lebih cepat.

Sejumlah platform perdagangan aset digital bahkan mulai mengembangkan model AI yang mampu memberikan analisis tren serta rekomendasi berbasis data. Teknologi ini membantu investor memahami pola pergerakan harga yang sebelumnya sulit dianalisis secara manual.

Selain itu, AI juga dapat mendorong investor untuk lebih memahami berbagai faktor yang memengaruhi pasar kripto. Dengan memanfaatkan teknologi ini, investor memiliki akses pada analisis data yang lebih luas dan mendalam.

Resna menegaskan, meski menawarkan berbagai potensi manfaat, penggunaan AI dalam prediksi harga kripto tetap memiliki sejumlah keterbatasan. Upbit menilai teknologi ini tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas yang sangat tinggi. Pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh data historis, tetapi juga berbagai faktor eksternal seperti kebijakan regulasi, kondisi ekonomi global, hingga perubahan sentimen pasar yang terjadi secara cepat.

Ketergantungan berlebihan terhadap hasil analisis otomatis juga dapat menjadi risiko bagi investor. Terlebih jika pengguna tidak memahami cara kerja algoritma atau model AI yang digunakan dalam proses analisis tersebut.

"Investor tetap perlu melakukan riset secara mandiri, memahami profil risiko, serta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan prediksi teknologi, termasuk AI," kata Resna.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, investor diingatkan untuk tetap menerapkan prinsip investasi yang bijak dan bertanggung jawab. AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat pendukung dalam proses analisis, bukan sebagai penentu utama keputusan investasi.

Selain itu, investor disarankan menggunakan platform perdagangan yang telah terdaftar dan diawasi oleh regulator. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan transaksi serta perlindungan terhadap investor.

Topik Menarik