Netanyahu Bantah Sudah Mati Sambil Ngopi, Grok Pastikan Itu Deepfake

Netanyahu Bantah Sudah Mati Sambil Ngopi, Grok Pastikan Itu Deepfake

Teknologi | sindonews | Senin, 16 Maret 2026 - 09:19
share

Setelah video pidatonya muncul, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sebuah kedai kopi yang beredar pada 15 Maret 2026.

Video tersebut dirilis untuk menyindir spekulasi liar di media sosial yang mengklaim bahwa video pidato sebelumnya—di mana jari Netanyahu terlihat aneh (diduga 6 jari)—adalah hasil rekayasa AI.

Dalam rekaman tersebut, Netanyahu terlihat duduk santai di sebuah kafe sambil memesan kopi dan menyindir kabar kematiannya yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saya mati? Demi kopi,” ujar Netanyahu dalam video yang dibagikan kepada publik.

Ungkapan itu merupakan frasa dalam bahasa Ibrani yang bermakna mencintai sesuatu secara berlebihan, hingga “rela mati” untuk hal tersebut.

Ia kemudian melanjutkan candaan dengan memuji rakyat Israel.“Anda tahu? Saya ‘mati’ untuk rakyat saya. Cara mereka bertindak sungguh luar biasa,” katanya.

Pada bagian lain video, Netanyahu juga mengangkat tangannya ke arah kamera dan menantang penonton untuk menghitung jumlah jarinya.

Hal itu menyinggung tuduhan sebelumnya yang menyebut dirinya dengan enam jari di satu tangan— yang dicurigai hasil AI.

“Apakah Anda ingin menghitung jari-jari saya? Anda bisa melihatnya di sini dan di sini. Lihat? Bagus sekali,” ucapnya.

Namun beberapa pengguna media sosial menganalis melalui chatbot AI, Grok, dan hasilnya menyebut video tersebut 100 AI. Namun, pemeriksaan fakta yang lebih luas menunjukkan tidak ada indikasi sah bahwa video kedai kopi itu palsu.

Chatbot tersebut bahkan menegaskan bahwa video itu merupakan “deepfake Benjamin Netanyahu yang sedang bersantai di kedai kopi sambil membicarakan operasi Iran/Lebanon.”

Grok juga menyebut dirinya “100 yakin” bahwa video tersebut adalah deepfake berbasis AI tingkat lanjut.

Topik Menarik