Dari Jepara ke Metaverse: Freelancer 22 Tahun Raup Belasan Juta dari Desain Item Roblox

Dari Jepara ke Metaverse: Freelancer 22 Tahun Raup Belasan Juta dari Desain Item Roblox

Teknologi | sindonews | Selasa, 10 Maret 2026 - 09:45
share

Dunia game tidak lagi sekadar tempat bermain. Bagi sebagian orang, ia telah berubah menjadi ladang pekerjaan baru. Mico Ristya, 22, misalnya, freelancer asal Jepara, Jawa Tengah, merasakan langsung perubahan tersebut. Desainer 3D muda ini berhasil memperoleh klien untuk membuat item avatar di platform game Roblox melalui marketplace jasa digital Sribu. Dari pekerjaan yang awalnya sekadar coba-coba, Mico kini mampu mengantongi pendapatan hingga belasan juta rupiah.

Menariknya, Mico tidak sejak awal menargetkan pasar Roblox. Ia memulai karier sebagai desainer 3D umum yang membuat berbagai aset digital, mulai kebutuhan animasi YouTube hingga visualisasi produk.

Kesempatan baru muncul ketika ia menerima proyek pembuatan map Roblox dari seorang klien di platform lain. Setelah proyek itu selesai, klien yang sama kembali menghubunginya dengan permintaan berbeda: membuat desain jaket untuk karakter di dalam game.

Dari sinilah Mico mulai melihat potensi pasar baru.

Ia kemudian mempelajari cara membuat desain pakaian Roblox melalui berbagai tutorial daring. Setelah memahami tekniknya, ia membuka layanan desain khusus item Roblox di platform Sribu.“Beberapa klien bahkan sering melakukan repeat order karena di map Roblox mereka sering mengadakan event. Jadi mereka butuh item baru agar avatar pemain terlihat fresh,” kata Mico.

Permintaan tersebut datang dari berbagai pihak. Sebagian klien merupakan pemilik toko item di marketplace Roblox yang menjual aksesoris avatar kepada pemain. Ada juga komunitas pemain yang ingin menciptakan identitas visual khusus bagi anggota mereka melalui pakaian atau aksesori digital.

Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam industri game global. Roblox bukan lagi sekadar platform permainan, melainkan sebuah ekosistem ekonomi digital berbasis konten buatan pengguna.

Pada 2025, Roblox mencatat sekitar 66,1 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia. Platform ini juga membukukan nilai transaksi atau bookings mencapai USD6,8 miliar atau Rp114,24 triliun.

Seluruh aktivitas ekonomi di dalamnya menggunakan mata uang virtual bernama Robux. Pengguna membeli Robux untuk membeli item avatar, membuka fitur dalam game, atau mengakses pengalaman tertentu.Bagi kreator seperti Mico, Robux yang diperoleh dari penjualan item dapat ditukar menjadi uang nyata melalui program Developer Exchange (DevEx).

Model ekonomi ini membuat Roblox sering disebut sebagai salah satu contoh nyata ekonomi metaverse. Kreator tidak hanya bermain, tetapi juga memproduksi barang digital yang memiliki nilai jual.

Dampaknya bahkan mulai terasa di tingkat global. Data Roblox menunjukkan bahwa antara 2019 hingga 2024, aktivitas ekonomi di platform ini menyumbang sekitar USD8,2 juta atau sekitar Rp137,76 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menariknya lagi, sekitar 37 persen pengalaman Roblox yang dibuat oleh kreator Indonesia dikonsumsi oleh pengguna internasional. Artinya, karya kreator lokal tidak hanya dipakai oleh pemain domestik, tetapi juga oleh komunitas global.

Tren ini juga diperkuat oleh teknologi baru. Sekitar 80 persen kreator Roblox kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam alur kerja mereka, mulai dari pembuatan desain hingga pengembangan konten.Dalam konteks ekonomi kreator yang terus berkembang hingga 2026, peluang seperti yang dialami Mico diperkirakan akan semakin terbuka.

Selama komunitas pemain tetap aktif dan terus memperbarui tampilan avatar mereka, kebutuhan terhadap desain item virtual juga akan terus muncul.

Dengan kata lain, di era ekonomi digital, kreativitas kini tidak hanya dipamerkan di dunia nyata. Ia juga bisa hidup, dipakai, dan bahkan diperjualbelikan di dunia virtual.

Topik Menarik