Dari Google hingga LinkedIn, Tren Vibe-Coding: Jabatan Product Manager Kini Jadi AI Builder

Dari Google hingga LinkedIn, Tren Vibe-Coding: Jabatan Product Manager Kini Jadi AI Builder

Teknologi | sindonews | Senin, 23 Februari 2026 - 10:12
share

Tahun 2026 resmi menjadi palagan pembuktian di mana Kecerdasan Buatan (AI) tak sekadar menjadi wacana efisiensi. Tapi, secara harfiah merombak struktur profesi di raksasa teknologi global, mengubah peran seorang manajer produk (product manager) konvensional di Meta menjadi sosok hibrida yang kini menjuluki diri mereka sebagai "AI Builder". Alat pengkodean AI tengah mengguncang industri teknologi, termasuk di perusahaan-perusahaan seperti Google dan LinkedIn. Jabatan Product Manager di Meta, misalnya, dilakukan penjenamaan ulang (rebranding). Artinya, alat pengkodean AI mengubah siapa yang berhak membangun perangkat lunak di dalam perusahaan.

Gelombang pergeseran ini mencuat ke permukaan pada pekan lalu (19 Februari 2026), ketika Jeremie Guedj, seorang karyawan Meta yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade karirnya sebagai product manager—peran yang menetapkan peta jalan dan strategi untuk produk yang kemudian dibangun oleh tim insinyur—mengumumkan perubahan dramatis tersebut melalui unggahannya di LinkedIn. “Saya masih tidak percaya menulis ini: mulai hari ini, pekerjaan penuh waktu saya di Meta adalah AI Builder," tulisnya.

Guedj menuturkan bahwa kendati sistem internal Meta masih mencatatnya secara resmi sebagai manajer produk, realitas pekerjaannya saat ini adalah membangun penuh waktu menggunakan AI di dalam apa yang ia sebut sebagai tim "AI-native". Fenomena ini rupanya bukan kasuistik belaka. Selain Guedj, Business Insider menemukan bahwa seorang manajer produk Meta lainnya juga memajang gelar "AI Builder" di profil LinkedIn miliknya, sementara setidaknya dua insinyur Meta lain turut menuliskan istilah yang sama di dalam biografi mereka.

Pergeseran kultur kerja ini beresonansi kuat dengan pesan yang disuarakan CEO Meta, Mark Zuckerberg, pada panggilan pendapatan (earnings call) Meta baru-baru ini: tahun 2026 adalah titik di mana alat-alat AI akan secara bermakna merombak bagaimana sebuah pekerjaan diselesaikan di dalam perusahaan. Alat pengkodean AI telah memungkinkan lebih banyak orang dengan keterampilan teknis yang lebih minim untuk membangun aplikasi dari nol.

“Kami berinvestasi pada perkakas bawaan AI, sehingga individu di Meta dapat menyelesaikan lebih banyak hal," papar Zuckerberg. "Kami mengangkat kontributor individu dan meratakan tim (flattening teams). Kami mulai melihat proyek yang tadinya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat.".

Peran Guedj seolah menjadi perwujudan praktis dari visi tersebut. Dalam unggahannya, ia mendeskripsikan timnya sebagai tempat "di mana data dan pengetahuan bersifat ramah AI pada intinya, dan di mana manusia serta agen AI bekerja sama, secara sinkron dan asinkron.".

Topik Menarik