Workshop RSUD NEXTGEN, SATUSEHAT Fondasi Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
RSUP Kemenkes Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur menggelar workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026 di Surabaya, Jumat (6/11/2026). Forum ini mengangkat pentingnya integrasi SATUSEHAT sebagai fondasi transformasi sistem kesehatan nasional.
Mengusung tema “Connected Through SATUSEHAT. Transforming Hospital Performance. Accelerating Growth,” forum ini menghadirkan sejumlah pihak. Mulai Kemenkes, Telkom Indonesia, ESTRADA, serta para pimpinan RSUD di Jawa Timur. Baca juga:Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan hingga Daerah TerpencilWorkshop menyoroti RSUD juga menghadapi tantangan menjaga kualitas layanan kesehatan sekaligus mengelola sumber daya, biaya operasional, dan keberlanjutan keuangan. Karena itu, transformasi digital perlu diarahkan bukan hanya pada keterhubungan sistem, tetapi juga pada peningkatan kinerja rumah sakit secara menyeluruh.
Mendukung agenda tersebut, Telkom Regional 3 bersama ESTRADA membawa pendekatan kolaboratif. Menghubungkan keandalan infrastruktur digital dengan kebutuhan pelayanan dan manajemen rumah sakit.
Telkom berperan memperkuat fondasi kedaulatan digital melalui konektivitas, pusat data, dan keamanan informasi. Sementara itu, ESTRADA berfokus pada pemanfaatan teknologi dan data untuk membantu rumah sakit meningkatkan efisiensi, memahami kinerja, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen.
EVP Telkom Indonesia, Rachmad Dwi Hartanto mengatakan, kedaulatan digital menjadi fondasi penting dalam membangun layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. ”Melalui infrastruktur yang andal dan kolaborasi dengan mitra solusi seperti ESTRADA, Telkom berkomitmen mendukung transformasi RSUD agar teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat,” katanya. Dalam forum ini, ESTRADA turut memperkenalkan VALID AI dan HELIX (Hospital Executive Intelligence) sebagai bagian dari pendekatan pemanfaatan kecerdasan buatan dan informasi manajemen. Keduanya dikembangkan untuk membantu rumah sakit meningkatkan pengelolaan klaim, memperoleh gambaran kinerja keuangan dan operasional, serta mengenali potensi risiko lebih awal.
Direktur Utama ESTRADA, Luluk Nurhayati, menegaskan keberhasilan transformasi digital harus dilihat dari manfaat yang dirasakan rumah sakit dan masyarakat. Transformasi digital bukan tentang seberapa banyak teknologi yang dimiliki rumah sakit, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi pasien dan kualitas pelayanan.
Ia percaya rumah sakit yang kuat adalah rumah sakit yang mampu menjaga keselamatan pasien, mengelola sumber daya secara efisien, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. ”Inilah arah transformasi yang ingin kami dukung bersama Telkom dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Selain teknologi, keberhasilan transformasi rumah sakit juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, keamanan data, serta pendampingan operasional yang berkesinambungan. Melalui pendekatan layanan terkelola (Managed Service), Telkom dan ESTRADA membuka ruang kolaborasi untuk membantu rumah sakit mengadopsi serta mengelola teknologi sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing, termasuk bagi RSUD yang memiliki keterbatasan sumber daya IT internal. Baca juga:Dorong Transformasi Digital Nasional, Forum Teknologi Tingkat Tinggi Siap Gelar Puncak Inovasi
800 Pati TNI-Polri Dikumpulkan di Istana, Prabowo: Saya Undang Jelang Dua Tahun Pemerintahan
Inisiatif ini turut didukung mitra teknologi Dahua dan RansNet sebagai bagian dari ekosistem pendukung transformasi digital rumah sakit. Dengan kehadiran kantor di Jakarta dan Surabaya, ESTRADA memperkuat komitmen untuk mendampingi transformasi RSUD di Jawa Timur melalui kolaborasi, pengembangan solusi, dan dukungan layanan yang berkelanjutan.










