Harga Bitcoin Naik Lebih dari 6, Indodax Ingatkan Investor Hindari FOMO
Harga Bitcoin kembali menembus level USD80.000 setelah menguat lebih dari 6 dalam 24 jam pada Kamis (5/11), seiring mulai membaiknya sentimen pasar aset kripto global. Namun, pelaku industri mengingatkan investor agar tetap mencermati perkembangan ekonomi dunia, kebijakan suku bunga, dan regulasi sebelum mengambil keputusan investasi.
"Penguatan ini menjadi perkembangan positif karena menunjukkan pasar mulai merespons kejelasan situasi global. Kami melihat adanya momentum pemulihan, tetapi kenaikan dalam satu atau dua hari belum cukup untuk memastikan arah pasar dalam jangka panjang," kata Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga:Indodax Pulihkan Layanan Bertahap usai Pemeriksaan Keamanan
Aloysia mengatakan penguatan Bitcoin perlu dilihat dalam konteks perkembangan ekonomi dan politik Amerika Serikat, termasuk hasil pemilihan paruh waktu (midterm election) yang memengaruhi perhatian pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dan regulasi keuangan ke depan. Pelaku pasar juga mencermati dampaknya terhadap inflasi, suku bunga, serta minat investor terhadap aset berisiko.
Selain dinamika politik, perhatian investor tertuju pada pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat, termasuk CLARITY Act dan usulan penguatan peran pengawasan Securities and Exchange Commission (SEC) serta perlindungan investor. Pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan AS yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).Di dalam negeri, ekosistem aset kripto terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto mencapai sekitar 23,48 juta orang pada September 2026 atau tumbuh 1,16, sedangkan nilai transaksi tercatat Rp30,56 triliun, meningkat 31,95 dibandingkan bulan sebelumnya.Baca Juga:OJK Catat 5 Insiden Aset Digital, Indodax Ingatkan Waspada Penipuan
OJK juga mendorong pengembangan aset keuangan digital dan kripto syariah yang memiliki manfaat ekonomi serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut perlu didukung transparansi transaksi, tata kelola yang baik, pengawasan, serta peningkatan literasi dan perlindungan konsumen.
Aloysia mengingatkan peningkatan aktivitas pasar perlu diimbangi pemahaman investor terhadap risiko investasi agar penguatan harga tidak memicu keputusan impulsif atau takut tertinggal (fear of missing out/FOMO). Investor disarankan melakukan riset mandiri, memahami aset yang dipilih, menerapkan strategi pembelian berkala sesuai kemampuan finansial, serta menggunakan dana di luar kebutuhan pokok dan dana darurat.










