Emosi Mudah Berubah saat Scroll Medsos Malam Hari, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Perubahan suasana hati dan perasaan ternyata bisa lebih mudah terjadi saat seseorang menggulir konten media sosial pada malam hari atau dini hari. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan, terutama ketika sebelumnya suasana hati sedang baik-baik saja.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan mengenai emotional contagion.
Baca juga: 3 Menu Sarapan Favorit Ini Bisa Bikin Wajah Kusam, Jangan Sering Dikonsumsi
“Pernah nggak kayak gitu?Jadi, roller coaster emosi saat scroll media itu di malam hari ternyata ada penjelasan ilmiahnya. Yang pertama, kenapa emosi kamu bisa berubah drastis dalam hitungan detik? Itu karena otak kamu sedang mengalami yang namanya emotional contagion atau penularan emosi secara kilat,” ujar dr. Aditya dikutip Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan bahwa, algoritma media sosial dirancang untuk menghadirkan konten durasi singkat dengan intensitas emosi tinggi berturut-turut. Sementara, saat malam hari kondisi otak di bagian prefrontal cortex yang bertugas mengatur logika dan kontrol emosi itu sudah lelah akibat aktivitas seharian.“Akibatnya apa? Benteng pertahanan emosi kamu itu melemah. Yang bikin kamu jauh lebih sensitif, terus gampang larut dalam konten yang kamu tonton,” tutur dia.
Baca juga: Teknologi Operasi Otak Modern Jadi Harapan Baru bagi Pasien Parkinson dan Epilepsi Kebal Obat
Tidak hanya itu, ia juga mengungkap alasan mengapa seseorang tidak bisa berhenti scroll meski emosinya sudah naik turun. Hal itu karena mekanisme intermittent rewards dan lonjakan hormon dopamin yang didapat dari menonton video durasi pendek.
“Jadi setiap kali kamu mengusap layar ke atas, otak kamu tidak pernah tahu konten apa yang akan muncul berikutnya. Apakah lucu, sedih, menarik. Nah, ketidakpastian inilah yang memicu pelepasan dopamin,” tambah dr. Aditya.
Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan otak terus penasaran terhadap video.berikutnya dan membuat kita terus menggulir konten di dalamnya. “Efeknya apa? Otak kamu terus penasaran dan berkata, ‘Ah, satu video lagi deh. Siapa tahu berikutnya lebih seru’.Nah, kombinasi antara otak yang lelah di malam hari dan kejutan dopamin tanpa henti, inilah yang bikin kamu terjebak dalam siklus doom scrolling sampai akhirnya lupa waktu,” beber dia.
Maka dari itu, ia mengingatkan bahwa jika kondisi itu terjadi, maka harus disadari bahwa itu adalah sinyal lelah dari tubuh dan harus beristirahat.
“Jadi kalau nanti malam kamu mulai ngerasa emosi kamu diacak-acak sama FYP, itu adalah sinyal utama dari tubuh kalau otak kamu udah capek dan butuh istirahat. Taruh HP-nya, merem, matiin lampunya,” pungkas dia.










