Charly Van Houten Soroti Polemik Boikot Raffi Ahmad, Minta Jadi Bahan Introspeksi
Aksi boikot terhadap Raffi Ahmad masih menjadi perbincangan di media sosial. Di tengah ramainya kritik yang ditujukan kepada presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden itu, vokalis Setia Band, Charly Van Houten ikut menyampaikan pandangannya.
Melalui sebuah video yang diunggah di Instagram,mantan vokalis ST12 ini mengaku prihatin melihat polemik yang menyeret nama Raffi Ahmad. Ia juga menyoroti dampak dari aksi boikot yang menurutnya berpotensi meluas hingga memengaruhi dunia hiburan.
Baca juga: Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Akui Kurang Teliti
“Di mana-mana sedang ramai berbicara tentang Raffi Ahmad, sampai boikot-memboikot. Jujur secara pribadi saya ikut prihatin, apalagi sampai berdampak ke dunia hiburan yang dianggap karena ada menyangkut nama Raffi Ahmad,” ujar Charly.
Charly kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak sedang membela Raffi. Ia mengaku tidak memiliki hubungan bisnis maupun kepentingan pribadi dengan suami Nagita Slavina itu.
“Saya di sini bukan berbicara membela Raffi Ahmad. Saya juga bukan bawahannya, tidak punya juga hubungan bisnis sama dia, atau kumpul-kumpul sama dia dan ikut tidak ikut dalam acaranya. Jujur saya tidak punya kepentingan apa pun dalam persoalan ini,” katanya.
Baca juga: Raffi Ahmad Banjir Kritik, Nagita Slavina Tulis Pesan MenyentuhMeski begitu, Charly mengajak masyarakat untuk tetap berpikir jernih dalam menyikapi persoalan yang tengah berkembang. Menurutnya, publik perlu memahami duduk perkara secara utuh sebelum memberikan penilaian.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terbawa framing negatif yang beredar di media sosial, terlebih ketika situasi sosial sedang sensitif.
Dalam video itu, Charly turut menyinggung klarifikasi Raffi Ahmad mengenai kehadirannya dalam acara di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Charly mengaku percaya dengan penjelasan Raffi yang menyebut dirinya hanya datang sebagai tamu undangan, bukan pihak yang membuat atau menyelenggarakan acara.
“Secara pribadi saya percaya seperti apa yang dijelaskan dalam klarifikasinya Raffi Ahmad ya. Dia hanya sebagai tamu undangan, bukan sebagai pihak yang membuat atau menyelenggarakan acara tersebut,” tuturnya.
Kisah Cinta Daniel Marthin yang Melamar Blessaria, di Balik Raihan 2 Medali Emas Asian Games 2026
Meski demikian, Charly menilai Raffi tetap perlu menjadikan polemik ini sebagai bahan introspeksi. Ia menyebut kemungkinan Raffi kurang berhati-hati dalam menerima undangan.
“Cuma mungkin Raffi lagi kena apes dan kurang hati-hati saja. Ya semoga ini menjadi sebuah introspeksi buat Raffi,” lanjutnya.Charly juga mengaku yakin Raffi tidak memiliki niat buruk terhadap masyarakat ataupun bermaksud mengabaikan keresahan yang sedang dirasakan publik.
Namun, ia tidak menampik bahwa setiap kesalahan tetap perlu dikritik dan dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kritik sebaiknya disampaikan berdasarkan fakta yang jelas, bukan opini yang terus berkembang hingga berujung pada penghakiman massal.
“Kalau memang ada kesalahan ya silakan dikritisi saja. Kalau ada yang perlu dipertanggungjawabkan ya harus dipertanggungjawabkan. Tetapi alangkah baiknya jika semuanya dilakukan berdasarkan fakta yang sudah benar-benar jelas,” ucapnya.
Lebih lanjut, Charly menegaskan bahwa menyampaikan kritik merupakan hak setiap orang. Namun, ia mengingatkan agar kemarahan terhadap suatu persoalan tidak membuat masyarakat kehilangan rasa adil ketika menilai seseorang.
Baginya, memahami persoalan secara menyeluruh menjadi hal penting sebelum ikut memberikan penghakiman.“Hari ini mungkin Raffi yang menjadi sasaran, besok bisa saja siapa saja, bahkan mungkin diri kita juga bisa,” kata Charly.
Ia pun kembali menegaskan bahwa pernyataannya bukan ditujukan untuk membela Raffi, melainkan mengajak masyarakat agar tetap bijak dalam menyampaikan aspirasi.
Charly memahami bahwa masyarakat memiliki alasan untuk menyuarakan kepentingan rakyat dan menunjukkan empati terhadap keresahan yang terjadi. Namun, ia berharap kritik tersebut tidak melebar menjadi kebencian yang justru memperkeruh keadaan.
“Jangan sampai tersesat menjadi membabi buta melebar ke mana-mana, meskipun ya itu sah-sah saja. Karena bagi saya, keadilan tidak boleh lahir dari kebencian,” pungkasnya.
Sebelumnya, Raffi Ahmad kembali menyampaikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara deklarasi sumpah pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 lalu. Kali ini, ia memberikan penjelasan melalui video yang diunggah ke Instagram pada Sabtu (31/10/2026) malam.
Dalam video tersebut, Raffi menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul setelah dirinya hadir dalam acara yang diselenggarakan Polda Metro Jaya itu. Ia menegaskan bahwa kedatangannya saat itu hanya sebagai undangan.“Sebagaimana telah dijelaskan oleh Polda Metro Jaya selaku penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut,” ujar Raffi.
Ia mengaku datang dengan niat baik dan tidak memiliki maksud untuk merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda.
Raffi kemudian menjelaskan bahwa dirinya memang terbiasa berusaha memenuhi undangan dari berbagai pihak. Menurutnya, siapa pun yang mengundang, ia akan mengupayakan untuk hadir meski hanya sebentar.
“Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang saya, insyaallah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar,” tuturnya.
Meski demikian, Raffi menyadari bahwa niat baik saja tidak cukup. Ia mengakui perlu lebih teliti dalam memahami kegiatan sebelum memutuskan untuk hadir.
“Saya memohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri,” katanya.










