Pramono Kukuhkan 2 Pelajar Jadi Duta Antihoaks Jakarta 2026, Ajak Pelajar Perangi Hoaks di Dunia Digital

Pramono Kukuhkan 2 Pelajar Jadi Duta Antihoaks Jakarta 2026, Ajak Pelajar Perangi Hoaks di Dunia Digital

Nasional | sindonews | Senin, 2 November 2026 - 11:19
share

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan dua orang pemenang dalam program Duta Antihoaks Jakarta 2026, yaitu Winda dari SMAN 68 Jakarta dan Muhammad Ibrahim Gumay dari SMAN 71 Jakarta. Keduanya dikukuhkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Senin (2/11/2026).

Pramono mengaku gembira dengan penyelenggaraan program Duta Antihoaks Jakarta 2026. Dia mengklaim program tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dengan melibatkan para pelajar.

"Saya terus terang gembira dengan acara ini karena ini adalah mungkin yang pertama kali ada Duta Antihoaks di Republik Indonesia ini. Apalagi sebagai dutanya adalah pelajar-pelajar kita," kata Pramono ketika memberikan sambutan.

Baca juga: Tak Bisa Kebal Hukum, Pejabat Negara Bisa Terancam Hukuman Berat Akibat Sebar Hoaks

"Anak-anak yang kemudian menjadi masa depan kita. Anak-anak yang menjadi harapan kita. Anak-anak yang menentukan bagaimana arah bangsa dan negara ini ditentukan," sambungnya.

Persoalan hoaks menurutnya tidak hanya menjadi tantangan bagi bangsa sendiri, tetapi juga telah menjadi masalah seluruh dunia. Untuk itu keterlibatan generasi muda diharapkan bisa membantu memerangi hoaks, khususnya di dunia digital.

"Anak-anakku sekalian, terus terang persoalan hoaks ini bukan hanya menjadi persoalan bangsa Indonesia, di seluruh dunia mengalami problem yang sama," jelasnya.

Pramono menyebut Indeks Masyarakat Digital Jakarta saat ini mencapai 56,97 atau tertinggi di Indonesia. Namun angka tersebut bukan berarti membuat Jakarta bebas dari hoaks.

"Jakarta sendiri untuk indeks masyarakat digital sudah paling tinggi yaitu 56,97, tertinggi secara nasional. Tertinggi secara nasional saja hoaks-nya masih banyak sekali," pungkasnya.

Topik Menarik