Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Amy Qanita Buka Suara: Jagalah Kejernihan Akal

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Amy Qanita Buka Suara: Jagalah Kejernihan Akal

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 1 November 2026 - 10:20
share

Nama Raffi Ahmad tengah menjadi sorotan setelah kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Kamis (29/10/2026) menuai kritik dari masyarakat.

Akibat aksi tersebut, kini netizen ramai menyerukan aksi cancel culture pada Raffi Ahmad. Bahkan acara yang digagas RANS Entertainment di Sleman, DIY pun turut terdampak.

Di tengah ramainya seruan cancel culture terhadap sang presenter, ibundanya, Amy Qanita, mengunggah pesan tentang menjaga kejernihan pikiran dan kelembutan hati. Melalui Instagram Story pada Sabtu (30/10/2026), Amy membagikan tulisan yang mengajak seseorang untuk tetap berpikir kritis tanpa kehilangan rasa kasih sayang.

Baca Juga : Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Akui Kurang Teliti

Meski tidak secara langsung menyebut nama Raffi Ahmad, unggahan itu muncul ketika putranya tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.“Jagalah 2 hal ini dalam hidup: 1. Kejernihan akal 2. Kelembutan hati,” demikian tulisan yang dibagikan Amy.

Dalam pesan itu, Amy menjelaskan bahwa akal membantu seseorang melihat sesuatu secara lebih kritis. Sementara itu, hati berperan menjaga agar seseorang tidak kehilangan kasih sayang dan kerendahan hati.

Ia juga menyinggung soal bagaimana seseorang sebaiknya menyikapi kesalahan orang lain. Menurut pesan yang dibagikannya, seseorang tetap bisa mengubah penilaian terhadap orang lain tanpa harus membencinya.

Baca Juga : Klarifikasi Raffi Ahmad usai Hadir di Deklarasi Sumpah Pemuda, Tegaskan Hanya Diundang

“Kita boleh mengubah penilaian tanpa harus membenci. Boleh menyadari kekurangan seseorang tanpa merasa diri lebih baik. Boleh menjaga jarak tanpa harus menyimpan kebencian,” lanjut tulisan tersebut.Amy kemudian menutup pesan itu dengan mengingatkan pentingnya introspeksi diri. Menurutnya, seseorang tidak hanya perlu mengkritisi orang lain, tetapi juga bersedia mengoreksi kekurangan diri sendiri.

“Dan yang paling penting, kita pun harus bersedia mengoreksi diri sendiri,” demikian bunyi akhir unggahan Amy.

Sebelumnya, kehadiran Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI menjadi perbincangan publik.

Dalam acara yang digelar Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat itu, Raffi hadir sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Saat itu, Raffi mengajak generasi muda melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial. Namun, kehadirannya justru menuai kritik dan memunculkan berbagai pertanyaan dari warganet mengenai kegiatan tersebut.

Sorotan semakin ramai setelah muncul sejumlah kejanggalan terkait peserta dan penyelenggaraan acara. Raffi kemudian memberikan klarifikasi bahwa dirinya hanya hadir sebagai undangan dan baru menerima informasi mengenai kegiatan itu pada malam sebelum acara berlangsung.

Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara. Raffi mengaku menghormati masyarakat yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026 serta terbuka terhadap kritik dan masukan.

Topik Menarik