Tak Melulu Pergi Liburan, Ini 4 Cara Healing Terbaik yang Diajarkan Islam
Istilah healing belakangan semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Secara umum, healing dimaknai sebagai proses penyembuhan atau pemulihan diri, baik dari tekanan emosional, pengalaman menyakitkan, maupun kondisi yang membuat seseorang terpuruk.
Namun, bagaimana Islam memandang proses healing? Apakah ada cara menenangkan hatiketika seseorang dilanda kesedihan menurut tuntunan agama?
Dalam Islam, salah satu kunci mendapatkan ketenangan batin adalah dengan senantiasa mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab, hati manusia sejatinya membutuhkan kedekatan dengan Sang Pencipta agar tidak mudah goyah ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an, Surah Ar-Ra'd ayat 28:الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: " (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Baca juga:6 Pesan QS An-Nur Ayat 32 untuk yang Masih Membujang, Salah Satunya Janji RezekiAyat tersebut menegaskan bahwa ketenangan hati tidak semata-mata diperoleh dari hal-hal yang bersifat duniawi. Mengingat Allah dan menyandarkan segala urusan kepada-Nya menjadi salah satu jalan bagi seorang mukmin untuk menghadapi kesedihan dan kegelisahan.
Dengan menyadari bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, seorang Muslim akan belajar untuk tidak larut dalam kesulitan. Ia meyakini bahwa setiap ujian memiliki hikmah dan pertolongan Allah senantiasa menjadi tempat bergantung.
4 Cara Healing Menurut Islam
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan seorang Muslim untuk menenangkan hati ketika menghadapi kesedihan dan persoalan hidup. Berikut empat di antaranya:1. Menjaga Salat
Salat bukan sekadar kewajiban seorang Muslim, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Allah SWT. Ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak salat dan memohon pertolongan-Nya.Benarkah Nonton Video Short Terlalu Sering Bisa Turunkan Kemampuan Otak? Ini Penjelasan Dokter
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 45:"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
Melalui salat, seorang hamba dapat mencurahkan segala kegelisahan dan memohon kekuatan kepada Allah. Dengan demikian, hati diharapkan menjadi lebih tenang dalam menghadapi persoalan.
2. Membaca Al-Qur'an
Membaca dan memahami Al-Qur'an juga menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. Di dalamnya terdapat petunjuk, nasihat, serta pelajaran kehidupan yang dapat menguatkan hati ketika seseorang sedang menghadapi kesedihan.Al-Qur'an mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Berbagai kesulitan yang dialami tidak seharusnya membuat seorang mukmin kehilangan harapan terhadap rahmat Allah.
Karena itu, membiasakan diri membaca Al-Qur'an sekaligus merenungi maknanya dapat membantu seseorang memperoleh ketenteraman dan perspektif yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.
3. Senantiasa Berzikir
Zikir merupakan amalan sederhana yang memiliki keutamaan besar. Dengan memperbanyak zikir, seorang Muslim senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan, baik ketika lapang maupun saat menghadapi kesulitan.Punya Park Hyatt Jakarta hingga Westin Nusa Dua Bali, Ini Portofolio Hospitality Andalan MNC Tourism
Zikir juga mengajarkan seorang hamba untuk menyadari bahwa dirinya tidak pernah benar-benar sendirian. Ada Allah yang menjadi tempat memohon pertolongan dan menggantungkan harapan.Ketika kesedihan datang, memperbanyak istigfar, tasbih, tahmid, dan kalimat zikir lainnya dapat menjadi ikhtiar untuk menenangkan hati sekaligus memperkuat keimanan.
4. Belajar Ikhlas dan Tabah
Setiap manusia memiliki ujian dan perjalanan hidup masing-masing. Tidak semua keinginan dapat terwujud, tidak semua kehilangan bisa dihindari, dan tidak setiap persoalan dapat diselesaikan sesuai harapan.Dalam keadaan seperti itu, seorang Muslim perlu belajar ikhlas dan tabah. Ikhlas bukan berarti tidak boleh bersedih, melainkan menerima ketentuan Allah sembari tetap berusaha mencari jalan keluar.
Sikap sabar juga bukan berarti menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, seorang hamba tetap diperintahkan berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada Allah.
Dengan menggabungkan usaha, doa, kesabaran, dan keikhlasan, seseorang dapat belajar bangkit dari keterpurukan tanpa kehilangan harapan kepada rahmat Allah.
Pada akhirnya, healing dalam perspektif Islam bukan hanya tentang menjauh sejenak dari rutinitas atau mencari kesenangan duniawi. Lebih dari itu, pemulihan hati juga dapat diupayakan melalui kedekatan kepada Allah, memperbaiki ibadah, serta menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
Baca juga:Menbujang hingga Meninggal, Apakah Termasuk Takdir? Begini Penjelasan Islam









