Kemendagri Latih 42 Petugas Pemadam Kebakaran dari 6 Negara Kawasan Pasifik

Kemendagri Latih 42 Petugas Pemadam Kebakaran dari 6 Negara Kawasan Pasifik

Nasional | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:29
share

Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar pelatihan internasional pemadam kebakaran dan penyelamatan Firesafe 2026. Kegiatan ini diikuti 42 peserta dari enam negara, yakni Fiji, Timor-Leste, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Federasi Mikronesia, dan Papua Nugini.

Kegiatan yang dibuka Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, di Jakarta ini didukung pendanaan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan atau Indonesian AID, serta melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan sejumlah lembaga mitra pada Jumat 30 Oktober 2026.

Safrizal menegaskan pertumbuhan perkotaan, perkembangan infrastruktur, dan perubahan iklim telah meningkatkan kompleksitas risiko kebakaran. Kondisi tersebut menuntut penguatan kapasitas petugas, sistem pencegahan, serta kesiapsiagaan masyarakat.

Baca juga: Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPSDM Kemendagri Perkuat Kompetensi Petugas Damkar

“Perkembangan pembangunan harus diikuti dengan penguatan perlindungan keselamatan masyarakat. Melalui Firesafe 2026, kita ingin memperkuat kompetensi petugas sekaligus membangun kerja sama antarnegara dalam menghadapi berbagai risiko kebakaran dan kedaruratan,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).Sepanjang 2025, kata Safrizal, Indonesia mencatat 20.931 kejadian kebakaran dan 122.071 operasi penyelamatan. Dari jumlah kebakaran tersebut, sebanyak 7.570 kejadian berkaitan dengan korsleting listrik, 4.827 akibat kelalaian manusia, dan 2.309 melibatkan peralatan memasak serta tabung gas.

Lihat video: Berjuang Padamkan Api, 6 Orang Tewas Tragis dalam Karhutla Bromo

"Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pencegahan berbasis masyarakat, di samping peningkatan profesionalisme petugas dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk waktu tanggap penanganan kebakaran selama 15 menit," ujarnya.

Indonesia juga terus memperkuat partisipasi masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang jumlahnya meningkat dari 37.837 orang pada 2023 menjadi 82.675 orang pada akhir 2025.

Safrizal menjelaskan, Firesafe 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarnegara. Pelatihan mencakup pembelajaran di kelas, observasi lapangan, demonstrasi, serta simulasi penanganan kedaruratan.

“Indonesia tidak hanya ingin berbagi pengalaman, tetapi juga belajar dari inovasi negara-negara mitra. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperkuat pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di negara masing-masing,” ucapnya.

Melalui Firesafe 2026, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama pembangunan internasional sekaligus mendorong terciptanya layanan keselamatan kebakaran dan penyelamatan yang lebih profesional, tangguh, dan responsif di kawasan Pasifik.

Topik Menarik