Setelah Viral, 2 Anak Menhaj Gus Irfan Mundur dari Tenaga Ahli Kemenhaj
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi kesehatan jiwa masyarakat Indonesia. Dari hasil skrining yang dilakukan terhadap puluhan juta penduduk, ditemukan jutaan warga yang terindikasi mengalami gangguan mental (mental disorder).
Menkes menjelaskan, program skrining kesehatan jiwa massal tersebut dilakukan atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memetakan kondisi riil masyarakat.
"Dunia tuh 8 persenan. Nah, Pak Prabowo minta itu dicek tuh. Jadi tahun lalu kita mulai cek. Ada skriningnya, pakai kuesioner saja. Angkanya itu di atas 8 persen. Jadi kita sudah cek 70 juta tahun lalu, ya 7 jutaan itu ada catatan mental disorder," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 26 Oktober 2026.
Baca Juga : Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Menurut Budi, spektrum gangguan kesehatan mental sangat luas dan beragam tingkatan keparahannya. Gangguan tersebut mencakup kecemasan (anxiety), depresi, hingga gangguan jiwa berat seperti skizofrenia."Penyakit mental tuh ada jenis-jenisnya. Mulai yang paling rendah namanya anxiety disorder, cemas, itu termasuk masalah kesehatan mental. Naik sedikit namanya depression disorder, depresi. Ada yang namanya skizofrenia, ini yang benar-benar seperti sakit jiwa," paparnya.
Selain itu, skrining juga mendeteksi gangguan perkembangan saraf dan perilaku makan. Data yang terhimpun bahkan mencatat kasus-kasus yang memiliki kecenderungan bunuh diri secara by name by address.
Baca Juga : Menkes Ungkap 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Medsos Diduga Jadi Pemicunya
"Tantangannya di kita, karena sudah ketemu kan, oh masalahnya sudah ketemu nih, yang mau bunuh diri berapa, ini berapa, sudah ketemu. Kita harus mempersiapkan infrastrukturnya karena perawatannya beda kan," imbuhnya.
Menyikapi temuan tersebut, Kemenkes kini merancang strategi penanganan komprehensif mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit umum di seluruh penjuru Tanah Air.
"Mulai dari seluruh puskesmas, kemudian naik ke rumah sakit, terus ke atas. Kalau dulu kita hanya punya rumah sakit jiwa khusus, nanti kita akan bilang semua rumah sakit harus bisa menangani kesehatan mental. Karena kalau hanya rumah sakit jiwa enggak akan cukup," tegas Budi.










