Ferry Irwandi Galang Rp13,45 Miliar untuk Karhutla, 160 Ribu Orang Berdonasi
Gerakan donasi Patungan untuk Hutan yang digagas Ferry Irwandi bersama KitaBisa berhasil mengumpulkan dana Rp13,45 miliar. Hingga Sabtu (24/10/2026), dana tersebut berasal dari lebih dari 160 ribu donatur untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Ferry membagikan kabar tersebut melalui Threads. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana yang dibuka sejak 2 September 2026 itu.
“13.45 miliar dengan 160 ribu lebih donatur. Terima kasih kenkawan,” tulis Ferry.
Dengan target pengumpulan dana sebesar Rp50 miliar, donasi yang terkumpul saat ini telah mencapai sekitar 27 persen dari target. Penggalangan dana tersebut ditujukan untuk membantu upaya mitigasi karhutla, respons darurat, hingga restorasi ekosistem di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Kisah Pilu Anak 3 Tahun Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ternyata Idap Penyakit Jantung hingga Meninggal
Baca Juga : Ke Lokasi Karhutla, Zaskia Adya Mecca Terharu Lihat Relawan Patungan Beli BensinDana yang terkumpul nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak sekaligus mendukung penanganan kondisi lingkungan di wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Selain membagikan perkembangan donasi, Ferry juga mengungkapkan rencananya untuk kembali turun langsung ke lapangan pada awal November mendatang.
Ia berencana mengunjungi Kalimantan terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Sumatra. Ferry juga berupaya agar bisa menjangkau Papua untuk menyalurkan bantuan secara langsung.
“Awal bulan November saya akan kembali ke Kalimantan, setelahnya Sumatra dan mengupayakan juga ke Papua untuk mendistribusikan bantuan langsung dan memetakan kebutuhan masyarakat di sana setidaknya sampai hujan mulai turun dan asap mulai mereda,” tulisnya.
Baca Juga : 5 Artis yang Bersuara Keras soal Karhutla Kalimantan, Ajak Masyarakat BertindakMelalui kunjungan tersebut, Ferry ingin memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia juga berencana memetakan kebutuhan warga agar bantuan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran.
Rencana itu sekaligus menunjukkan bahwa penggalangan dana Patungan untuk Hutan tidak hanya berfokus pada pengumpulan uang, tetapi juga pada upaya penyaluran bantuan dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak.
Fokus Ferry pada kegiatan kemanusiaan tersebut juga membuatnya memutuskan untuk tidak menerima tawaran kerja sama, bisnis, maupun endorsement selama bulan November.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang telah mengajukan tawaran. Ferry juga tetap mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap kesempatan bekerja sama bisa terbuka kembali pada waktu mendatang.
“Untuk tawaran kerjasama, bisnis, endorsement, mohon maaf di bulan November saya belum bisa ambil dulu, tapi makasih banget tawarannya, semoga suatu saat bisa bekerjasama,” lanjutnya.
Keputusan itu diambil seiring rencananya untuk kembali ke sejumlah wilayah terdampak karhutla dan memprioritaskan penyaluran bantuan.
Dengan dana yang telah mencapai Rp13,45 miliar, perjalanan penggalangan dana Patungan untuk Hutan masih berlanjut menuju target Rp50 miliar. Dukungan dari lebih dari 160 ribu donatur menjadi bagian penting dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.










