BSI International Expo 2026 Bidik Transaksi Rp5 Triliun, Libatkan 400 UMKM

BSI International Expo 2026 Bidik Transaksi Rp5 Triliun, Libatkan 400 UMKM

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:49
share

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menargetkan potensi transaksi sebesar Rp5 triliun melalui penyelenggaraan BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 23–25 Oktober 2026. Pameran bertema Buy Local Go Global tersebut menghadirkan lebih dari 400 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenant lokal untuk memperluas pasar produk Indonesia dan memperkuat daya saing pelaku usaha.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan pameran tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong produk dan pelaku usaha Indonesia menjadi local champion di pasar domestik sekaligus mempersiapkan mereka bersaing di pasar internasional.

“Kami optimistis bahwa untuk menuju panggung global membutuhkan komitmen bersama untuk bangga terhadap produk lokal dan menjadi local champion. Inilah yang kami dorong di BSI International Expo 2026 dengan mengajak lebih dari 400 tenant lokal untuk menemukan peluang bisnisnya,” ujar Anggoro dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga:Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi

Selama tiga hari penyelenggaraan, BSI menargetkan sekitar 65 ribu pengunjung dengan potensi transaksi konsumen atau business-to-consumer (B2C) mencapai Rp5 triliun. Pameran ini menghadirkan beragam produk dan layanan, mulai dari fesyen, perlengkapan olahraga, kosmetik, makanan dan minuman, perjalanan halal, properti, pembiayaan kendaraan, mobil listrik, hingga emas dan perhiasan. Berbagai program promosi dan diskon turut disiapkan untuk mendorong transaksi produk lokal.Anggoro menilai besarnya pasar domestik menjadi modal penting bagi pengembangan industri halal Indonesia. Dengan populasi Muslim sekitar 253 juta jiwa atau 87,14 dari total penduduk, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat pelaku usaha lokal sebelum memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Peluang tersebut juga didukung pasar ekonomi halal global. Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 mencatat belanja konsumen Muslim pada enam sektor ekonomi halal mencapai 2,60 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

Untuk mendukung transaksi dan pengembangan usaha, BSI mengoptimalkan layanan keuangan syariah melalui BYOND by BSI, BEWIZE by BSI, lebih dari 6.000 ATM, mesin EDC, BSI Agen, serta layanan remitansi. Perseroan juga mendukung UMKM melalui akses pembiayaan, layanan transaksi digital, konektivitas bisnis, dan pengembangan ekosistem halal.

Baca Juga:Inovasi Digital Jadi Mesin Pertumbuhan BNI, Nilai Transaksi wondr Tembus Rp958 Triliun

BSI turut mengandalkan jaringan di Dubai untuk membuka konektivitas dengan calon pembeli dan mitra potensial di pasar global, khususnya dalam perdagangan dan industri halal. “Bagi BSI, penguatan UMKM bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga bagaimana membuka akses terhadap pasar, teknologi, dan jejaring bisnis. Kami ingin memastikan pelaku usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh, menciptakan nilai tambah, dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” kata Anggoro.

Topik Menarik