ESDM Klaim Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,8 Persen, Jaringan Listrik Sampai Desa
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,8 persen. Jaringan listrik saat sudah masuk ke berbagai desa.
Yuliot mengatakan, perluasan jaringan listrik menjadi langkah penting untuk membuka potensi ekonomi di wilayah perdesaan. Ketersediaan listrik diharapkan dapat mendukung kegiatan produktif masyarakat, sehingga potensi ekonomi yang selama ini belum optimal dapat dikembangkan.
"Untuk di bidang ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi nasional tadi kami sudah sampaikan sudah mencapai 99,8 persen. Kita harus memperluas jaringan listrik sehingga ke desa-desa, di seluruh dusun," kata Yuliot di Jakarta dikutip, Sabtu (24/10/2026).
Menurut dia, pemerataan akses listrik bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, melainkan juga pemenuhan hak masyarakat atas energi. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati akses energi tanpa terkecuali.
"Sehingga setiap potensi ekonomi yang ada di desa, di dusun itu bisa ditingkatkan dan juga masyarakat itu tidak ada yang tidak merasakan bagaimana kemandirian energi dan juga secara hak masyarakat itu bisa terpenuhi," ujarnya.
Yuliot menegaskan, penyediaan energi bagi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab negara. Karena itu, meski rasio elektrifikasi nasional telah mendekati 100 persen, pemerintah masih perlu melanjutkan perluasan jaringan agar akses listrik dapat menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya terlayani.
Pemerataan akses listrik diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi masyarakat sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di desa dan dusun.
"Penyediaan energi listrik merupakan bagian tanggung jawab negara untuk menyediakan energi bagi masyarakat," pungkas Yuliot.









