Militer Yaman Klaim 780 Serangan Lumpuhkan 512 Milisi dan Komandan Houthi dalam 24 Jam
Angkatan Bersenjata Yaman yang didukung Arab Saudi pada Kamis mengeklaim telah “melumpuhkan” sekitar 512 milisi dan komandan Houthi dalam 780 serangan selama 24 jam terakhir. Serangan itu juga diklaim telah menghancurkan atau merusak lebih dari 330 kendaraan militer dan kendaraan pengangkut pasukan milik kelompok pemberontak tersebut.
Serangan dilancarkan ketika pasukan pemerintah Yaman terus menggencarkan operasi ofensif terhadap kelompok milisi yang didukung Iran tersebut di berbagai front pertempuran.
Baca Juga: Serangan Houthi Mengganas, AS Perintahkan Staf Kedutaan Tinggalkan Arab Saudi
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Kolonel Majed al-Nuzaily, mengatakan serangkaian serangan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari Operasi Dawn of Yemen.
Operasi itu menargetkan komandan lapangan Houthi, konsentrasi pasukan, bala bantuan, posisi persenjataan berat, lokasi pertahanan yang diperkuat, kendaraan, serta jalur pasokan kelompok pemberontak.Dalam unggahan di platform X, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya English, Jumat (23/10/2026), al-Nuzaily mengatakan pasukan pemerintah terus meningkatkan intensitas serangan di berbagai front utara, termasuk Al-Jawf, wilayah barat Marib, dan Al-Bayda, serta front selatan dan barat.Menurutnya, serangan bertubi-tubi tersebut telah mengacaukan formasi pasukan Houthi dan menghambat upaya kelompok itu memperkuat posisi mereka di garis depan. Kondisi itu memungkinkan pasukan pemerintah mempertahankan momentum serangan.
Al-Nuzaily mengonfirmasi sekitar 512 milisi dan komandan Houthi “dilumpuhkan” selama operasi ini, sementara lebih dari 330 kendaraan militer dan kendaraan pengangkut pasukan dihancurkan atau mengalami kerusakan.
Dia menambahkan bahwa pasukan pemerintah juga menghancurkan persenjataan berat dan bala bantuan Houthi yang sedang bergerak menuju garis depan di Taiz.
Al-Nuzaily memperingatkan bahwa kemampuan militer dan konsentrasi pasukan Houthi akan terus dipantau dan menjadi sasaran serangan. Dia mengatakan setiap upaya kelompok tersebut untuk mengganti kerugian atau merebut kembali inisiatif pertempuran akan dihadapi dengan kekuatan militer.
Dia menegaskan bahwa operasi akan dilaksanakan sesuai dengan hukum humaniter internasional, dengan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.
Pengumuman terbaru ini muncul di tengah peningkatan ofensif pasukan pemerintah terhadap posisi-posisi Houthi dalam Operasi Dawn of Yemen.
Eskalasi konflik di Yaman berlangsung bersamaan dengan berlanjutnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Situasi tersebut mendorong pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk meningkatkan operasi militer terhadap kelompok itu.





