Heboh Video Call Viral Ruben Onsu Dituding Menyimpang, Kuasa Hukum Buka Suara
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi viralnya rekaman video call sang presenter dengan seorang pria. Minola membantah keras narasi miring yang menuding adanya penyimpangan dalam percakapan tersebut.
Minola menegaskan, tidak ada hal janggal maupun aksi tak pantas dalam rekaman video yang kini jadi sorotan publik tersebut.
Baca juga: Dituding Lakukan Pencabulan, Ruben Onsu Resmi Layangkan Aduan Laporan Palsu
"Coba, ada penyimpangan di situ? Ada peluk-pelukan? Ada colek-colekan? Kalaupun ada peluk-pelukan dan colek-colekan juga itu enggak bisa langsung kita katakan ada penyimpangan, ya," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menurut Minola, video yang beredar luas di media sosial itu murni sekadar obrolan santai biasa. Terlebih, bukan Ruben yang berinisiatif menghubungi orang tersebut."Kalau saya melihatnya rekaman itu hanya percakapan yang esensinya, substansinya kita tidak paham, ya. Dan yang melakukan hubungan pertama melalui telepon itu kan juga bukan Ruben," tegasnya.
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu Eps 80: Kebohongan Laura Terungkap, Tes DNA Jadi Kunci Nasib Kenzo
Baca juga: Tak Direncanakan, Ruben Onsu Ungkap Alasan Adopsi Bayi Laki-Laki
Lebih lanjut, Minola menyinggung pembawaan Ruben yang memang kerap melontarkan guyonan serupa saat menghibur penonton di panggung hiburan.
Ia menilai, candaan Ruben sama sekali tidak bisa dijadikan dasar untuk menuding seseorang memiliki kelainan atau penyimpangan.
"Karena kita lihat juga kan dalam lawakan-lawakan, misalnya dalam penampilan-penampilan, kadang-kadang candaannya ya seperti itu. Itu tidak bisa dijadikan dasar untuk langsung mem-framing bahwa orang itu ada penyimpangan," jelasnya.Minola pun menyayangkan adanya pihak-pihak yang sengaja menggiring opini negatif lewat potongan rekaman tersebut. Padahal, Ruben hanya berniat bercanda dan membangun komunikasi.
"Padahal tidak ada penyimpangan yang saya lihat, cuma orang bercanda, orang berkomunikasi, tapi di-framing ini sebagai suatu bukti penyimpangan," sesal Minola.
Kini, Minola menegaskan pihaknya lebih memilih menyoroti aspek hukum di balik beredarnya video itu, yakni dugaan perekaman dan penyebaran konten tanpa izin.
"Nah, tapi kita kan enggak mau berdebat di situ. Kita mau berdebat bahwa hari ini ada suatu pelanggaran hukum: merekam tanpa izin, kemudian menyebarkannya dengan tanpa izin," pungkasnya.










