BNPB: Indonesia Terbuka Bantuan Asing Tangani Karhutla, Ada Jepang hingga Singapura

BNPB: Indonesia Terbuka Bantuan Asing Tangani Karhutla, Ada Jepang hingga Singapura

Nasional | sindonews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:15
share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terbuka terhadap bantuan asing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Sejumlah negara tersebut di antaranya Jepang hingga Singapura. Sebelumnya, Malaysia telah menawarkan bantuan kepada Indonesia.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pemerintah saat ini masih menginventarisasi kebutuhan penanganan karhutla untuk menentukan jenis bantuan yang diperlukan dari negara lain.

"Saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi bantuan apa saja gitu ya. Sehingga nanti kalau emang kita tidak bisa dan alatnya tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka. Jadi bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran," ujar Kristomei di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca juga: Prabowo: Karhutla Tidak Semata-mata Alamiah, Ada Campur Tangan Manusia

Singapura telah mengirimkan surat penawaran bantuan. Sebelumnya, negara tersebut juga telah memberikan sejumlah bantuan mulai dari masker, air minum, hingga pesawat Hercules C-130.Meski demikian, BNPB akan mempertimbangkan efektivitas bantuan yang ditawarkan, terutama jika Indonesia telah memiliki peralatan serupa. "Jepang, Singapura. Singapura sudah bersurat. Kita lihat lagi, kita list mereka sudah menyerahkan beberapa bantuan seperti masker, air minum, dan pesawat Hercules C-130. Tapi, kan kalau kita punya pesawat C-130 sendiri, kenapa harus pinjam dari orang luar gitu ya. Kita lihat keefektifan yang ditawarkan oleh mereka itu apa," ungkapnya.

Bantuan asing dapat dimanfaatkan apabila Indonesia memang membutuhkan peralatan yang belum tersedia untuk menangani karhutla.

Kristomei memastikan Indonesia tetap terbuka terhadap bantuan dari negara lain. Namun, pemerintah akan terlebih dahulu memeriksa jenis bantuan yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan di lapangan.

"Nggak masalah, nggak ada masalah kita terbuka kok. Memang sudah dibuka kalau memang ada kita, kita sanggup, kita ada bantuan dari luar ya kita terima. Cuma kita lihat dulu bantuan itu apa dulu," ujarnya.

Menurut dia, proses inventarisasi dilakukan untuk mengetahui kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh Indonesia, khususnya peralatan yang dinilai efektif untuk memadamkan api.Bantuan yang dibutuhkan Indonesia lebih diarahkan pada peralatan dan teknologi untuk mendukung penanganan karhutla, bukan tambahan personel. "Teknologi dong, alat dan teknologi. Kalau manusia, SDM kita banyak kok," ucapnya.

Terkait target penyelesaian karhutla, Presiden Prabowo Subianto tidak menetapkan tenggat waktu secara spesifik. Namun, pemerintah berupaya mempercepat penanganan agar masyarakat tidak semakin lama terpapar dampak kebakaran.

"Beliau tidak menargetkan spesifik, tapi kan semakin cepat semakin baik. Artinya kalau semakin lama kan semakin lama masyarakat kita terpapar. Itu yang saya bilang kemarin kita kecepatan itu. Di enam hari saya dilantik, saya sudah mulai bekerja, membantu untuk bagaimana sih caranya supaya kita bisa cepat ambil langkah supaya efektif, tepat guna, tepat sasaran, tepat waktu," ujar Kristomei.

Topik Menarik