Ketahanan Ekonomi Dunia Mencapai Batas, Ledakan AI dan Krisis Minyak Jadi Ancaman
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kelompok Houthi Yaman berusaha menaikkan harga energi menjelang pemilihan umum paruh waktu AS yang krusial. Dia memperingatkan “tidak akan pernah melupakan" serangan mereka terhadap Arab Saudi.
Trump melontarkan kecaman melalui platform Truth Social miliknya, dengan mengatakan "kelompok Houthi bertindak sangat buruk" dan "kemungkinan atas perintah Iran".
Ia menambahkan serangan-serangan mereka baru-baru ini menunjukkan perilaku yang "sangat keji—menyerang Arab Saudi dan sengaja berupaya mendongkrak harga minyak... sungguh tidak baik."
Menyusul serangan mematikan di Riyadh akhir pekan lalu, Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk turut serta dalam serangan Saudi terhadap Houthi.
Dalam unggahannya pada hari Selasa, ia menepis anggapan pemilihan umum AS mendatang akan memengaruhi keputusannya."Seseorang harus menjelaskan kepada mereka bahwa saya tidak mencalonkan diri dalam pemilihan umum tersebut... namun saya akan tetap ada setelah pemilihan usai, dan saya tidak akan pernah melupakan hal ini," ujar Trump.
Sementara itu, pihak koalisi Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal jelajah Houthi yang mengarah ke ibu kota Riyadh.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, menyampaikan melalui platform X bahwa sistem pertahanan udara juga telah menembak jatuh dua pesawat nirawak (drone) di wilayah selatan.
Baca juga: Houthi Tembak Jatuh Drone Arab Saudi di Yaman







