Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia, SM+ Akuisisi 5 Data Center PDG

Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia, SM+ Akuisisi 5 Data Center PDG

Ekonomi | sindonews | Senin, 12 Oktober 2026 - 17:26
share

PT SMPlus Digital Investama bersama afiliasinya, SM+, menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis data center enterprise milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas infrastruktur digital di tengah meningkatnya kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data.

Bisnis yang diakuisisi mencakup lima fasilitas data center operasional berkualitas tinggi yang berlokasi di berbagai kota utama Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Pekanbaru.

Akuisisi ini merupakan langkah penting dalam strategi SM+ untuk memperkuat dan memperluas platform infrastruktur digital di Indonesia, sebuah pasar yang sedang mengalami pertumbuhan pesat dalam konsumsi data, adopsi cloud, serta transformasi digital korporasi.

Baca Juga: Potensi Investasi Data Center Rp360 T Terancam Melayang, Akankah Indonesia Ulangi Blunder 1980-an?

Melalui transaksi ini, SM+ akan mengoperasikan total 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Indonesia. Dengan mengintegrasikan bisnis yang baru diakuisisi ke dalam platform yang sudah ada, SM+ berharap dapat meningkatkan kualitas layanan, mendukung peluang pertumbuhan di masa depan, serta terus mendorong transformasi digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur digital yang andal dan dapat ditingkatkan skalanya (scalable). “Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami membangun platform infrastruktur digital nasional terdepan di Indonesia. Dengan bertambahnya lima fasilitas di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, kami memperluas jangkauan nasional serta memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen kami untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia,” kata President Director & Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah.

Sementara, Chief Operating Officer & Co-Founder Princeton Digital Group Varoon, Raghavan mengatakan, Indonesia merupakan pasar kunci bagi PDG sejak masuk pada 2019. Pihaknya mengakuisisi fasilitas kelas enterprise ini sebagai bagian dari strategi 'enter-and-expand' dalam memasuki pasar, dan sejak saat itu telah mengembangkan portofolio data center hyperscale sekitar 400 MW di Indonesia.

Baca Juga: KDM Setop Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur, AHY Respons Begini

"Fokus kami akan tetap berpusat pada pengembangan portofolio hyperscale tersebut (termasuk kampus JC2, JC3, dan JC4, dengan ekspansi lebih lanjut yang sedang berjalan) serta memperkuat posisi kepemimpinan kami di Indonesia.” ucap Varoon.

Transaksi ini masih pada tahap pemenuhan syarat-syarat penutupan transaksi yang berlaku umum customary closing conditions. UBS AG Singapore Branch (UBS) bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi SM+ dalam transaksi ini.

Topik Menarik