KSAD: Pembentukan Kodam dan Yon TP Baru untuk Bantu Percepatan Pembangunan Daerah
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan peresmian 6 Kodam baru serta pembentukan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan wilayah. Langkah ini juga untuk menjawab langsung aspirasi masyarakat di daerah.
Jenderal Maruli menjelaskan perluasan satuan ini didorong oleh kebutuhan geografis untuk memperpendek rentang kendali operasional pertahanan yang selama ini terlampau luas di luar Jawa. Di masa damai, kehadiran prajurit di Kodam baru dan Yonif TP ini akan difokuskan penuh pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), guna menyukseskan program-program sosial yang langsung menyentuh masyarakat bawah.
Baca juga: Namanya Masuk Bursa Calon Panglima TNI, KSAD Maruli: Ya Gapapa
"Selain untuk pertahanan, prajurit di lapangan akan dikerahkan untuk mendukung program pembangunan daerah, dan Operasi Militer Selain Perang, misal ada bencana dan lain sebagainya” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, pembentukan 6 Kodam dan 150 Yon TP TNI AD mengundang kritik masyarakat sipil. Mereka mengingatkan agar penguatan komando teritorial satu provinsi satu Kodam ini tidak mendistorsi profesionalisme militer di bidang pertahanan atau tumpang tindih dengan fungsi kementerian sipil. Di samping itu para kritikus juga menyoroti pentingnya efisiensi fiskal agar penambahan struktur baru tidak membebani anggaran belanja rutin negara.
Lihat video: Menhan Sjafrie Kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana Gajahsora










