Harga Minyak Naik Tembus USD103 per Barel, Serangan Tanker dan Badai Isaias Ancam Pasokan

Harga Minyak Naik Tembus USD103 per Barel, Serangan Tanker dan Badai Isaias Ancam Pasokan

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 08:01
share

Harga minyak dunia melonjak hampir 4 pada perdagangan Kamis (8/10), didorong meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, gangguan produksi minyak dan gas Amerika Serikat (AS) akibat Badai Isaias, serta penurunan persediaan minyak mentah AS yang melampaui perkiraan pasar. Kombinasi faktor tersebut memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan energi global.

Mengutip Anadolu Ajansi, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 3,7 menjadi USD103,93 per barel pada pukul 10.19 waktu setempat atau 07.19 GMT, dari penutupan sebelumnya sebesar USD100,20 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November menguat 2,6 menjadi USD91,29 per barel, dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar USD89,01 per barel.

Baca Juga:Krisis BBM Guncang Dunia, IEA Percepat Pelepasan 100 Juta Barel Cadangan Minyak

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena beberapa proyektil di utara Qatar pada Rabu (7/10), dengan sejumlah korban jiwa dilaporkan. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan insiden tersebut terjadi sekitar 51 mil laut atau 94 kilometer di utara Madinat ash Shamal, Qatar, dan sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Kekhawatiran pasar turut dipicu laporan mengenai kemungkinan serangan militer baru AS terhadap Iran. Sejumlah media AS melaporkan Gedung Putih meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan terhadap target di Iran, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) disebut telah diminta menyelesaikan persiapan untuk kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar. Namun, keputusan dan waktu pelaksanaan serangan tersebut belum dipastikan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump mengatakan utusan khususnya, Steve Witkoff, mencatat kemajuan dalam perundingan dengan Iran. Trump juga menyatakan Iran bersedia menawarkan berbagai hal untuk menghentikan konflik, meskipun ia menegaskan bahwa kesepakatan bukanlah hasil yang paling diinginkannya.Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah komersial AS turun 3,2 juta barel atau 0,7 menjadi 424,1 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Oktober 2026, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA). Penurunan tersebut berlawanan dengan perkiraan pasar yang memperkirakan persediaan meningkat sekitar 1,9 juta barel. Sementara itu, persediaan minyak dalam Cadangan Minyak Strategis AS juga berkurang sekitar 800 ribu barel menjadi 283 juta barel.

Baca Juga:Prancis Tembakkan Rudal Berkemampuan Nuklir, Rusia Siaga

Ancaman gangguan pasokan semakin besar akibat Badai Isaias, yang berkembang menjadi badai kategori hurricane pertama pada musim Atlantik 2026. Menurut Administrasi Mineral Laut AS (MMA), sekitar 25,08 produksi minyak dan 16,37 produksi gas alam di kawasan Teluk Meksiko telah dihentikan sementara hingga Rabu sebagai langkah antisipasi. Sejumlah kilang milik Shell, Valero Energy, Marathon, PBF Energy, dan Chevron juga berpotensi terdampak ketika badai mendekati pesisir Teluk AS.

Topik Menarik