Gedung Capt. Naamin Diresmikan, JICT Abadikan Nama Perintis Kontainerisasi Tanjung Priok
PT Jakarta International Container Terminal (JICT) meresmikan Gedung Serbaguna Capt. Naamin di Jakarta Utara, Kamis (8/10), sebagai bentuk penghormatan kepada Capt. Nazahar Naamin, salah satu tokoh yang terlibat dalam tahap awal pengembangan kontainerisasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Penghormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya semangat transformasi dalam menghadapi tantangan modernisasi, digitalisasi, dan perubahan rantai pasok global.
Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan perkembangan terminal peti kemas modern saat ini merupakan hasil perjalanan panjang dan kontribusi berbagai generasi insan pelabuhan. “Kemajuan yang kita nikmati hari ini tidak lahir dalam satu malam. Ada generasi yang lebih dahulu berani memulai perubahan, membangun sistem, dan meletakkan fondasi. Capt. Naamin adalah bagian dari perjalanan tersebut,” ujar Ade dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Siber Terminal, JICT Uji Pemulihan Operasi Maksimal 21 Jam
Capt. Naamin mulai bertugas di Unit Terminal Container pada 1973, ketika Pelabuhan Tanjung Priok beralih secara bertahap dari penanganan kargo konvensional menuju sistem kontainerisasi. Dalam perjalanan kariernya, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, antara lain Kepala Unit Terminal Peti Kemas, Kepala Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Direktur Usaha Pelindo II.
Ade mengatakan tantangan yang dihadapi industri kepelabuhanan terus berkembang, mulai dari penerapan kontainerisasi pada masa lalu hingga digitalisasi, otomasi, keberlanjutan, dan ketahanan operasi saat ini. Perubahan rantai pasok global juga menuntut pelabuhan untuk terus meningkatkan efisiensi dan kemampuan beradaptasi agar tetap kompetitif.“Generasi terdahulu menghadapi tantangan lahirnya kontainerisasi. Generasi hari ini menghadapi digitalisasi, otomasi, keberlanjutan, ketahanan operasi, dan perubahan rantai pasok global. Tantangannya berubah, tetapi keberanian untuk bertransformasi tidak boleh berubah,” kata Ade.
Komisaris Utama JICT WS Wiryawan berharap pengabadian nama Capt. Naamin dapat menginspirasi generasi baru insan pelabuhan untuk melanjutkan pengembangan industri kepelabuhanan. “Saya berharap dari tempat ini nantinya lahir Capt. Naamin-Capt. Naamin baru. Generasi insan pelabuhan yang berani memulai, mampu menjaga amanah, dan membawa perubahan pada zamannya,” ujarnya.
Baca Juga:AS Sita 6 Juta Barel Minyak Iran, Diam-diam Dibawa Berlayar ke Amerika
Istri mendiang Capt. Naamin, Mieke Naamin, menyampaikan apresiasi atas penghormatan yang diberikan JICT kepada suaminya. Ia menilai pengabadian nama tersebut bukan sekadar penamaan gedung, melainkan juga bentuk pengakuan atas pengabdian almarhum yang masih memiliki arti bagi generasi insan pelabuhan saat ini.
Lebih dari lima dekade setelah era kontainerisasi mulai berkembang di Tanjung Priok, JICT kini memiliki kapasitas penanganan lebih dari 2 juta twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun. Perusahaan terus mendorong modernisasi peralatan, digitalisasi, penguatan ketahanan operasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan konsep Green Terminal untuk mendukung operasional pelabuhan yang lebih efisien dan berkelanjutan.









