Sering Lewatkan Sarapan? Ini Dampaknya pada Tubuh Sepanjang Hari

Sering Lewatkan Sarapan? Ini Dampaknya pada Tubuh Sepanjang Hari

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:45
share

Banyak orang memilih melewatkan sarapan karena terburu-buru atau tidak merasa lapar di pagi hari. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi tingkat energi tubuh sepanjang hari.

Dikutip dari Verywell Health, melewatkan sarapan dalam waktu yang lama setelah bangun tidur dapat memicu perubahan hormon, kadar gula darah, hingga meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.

Salah satu dampak yang dapat terjadi adalah meningkatnya hormon kortisol atau hormon stres. Secara alami, kadar kortisol memang meningkat pada pagi hari untuk membantu tubuh lebih waspada saat memulai aktivitas. Namun, ketika tubuh tidak mendapat asupan makanan, kadar hormon tersebut bisa meningkat lebih tinggi dan bertahan lebih lama.

Baca Juga : Karbohidrat atau Protein, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan? Ini Jawaban Ahli Gizi

Akibatnya, seseorang mungkin merasa lebih berenergi untuk sementara waktu, tetapi setelah itu justru mengalami penurunan energi, kelelahan, hingga brain fog atau kesulitan berkonsentrasi pada siang maupun sore hari.Selain itu, melewatkan sarapan juga dapat menyebabkan kadar gula darah menurun. Setelah semalaman berpuasa, tubuh menggunakan cadangan glikogen di hati sebagai sumber energi. Jika sarapan dilewatkan, cadangan tersebut akan semakin berkurang sehingga tubuh mulai mencari sumber energi lain, seperti lemak.

Meski tetap dapat menghasilkan energi, pembakaran lemak tidak seefektif glukosa. Karena itu, tubuh cenderung terasa lebih lemas, lesu, dan mudah lelah sepanjang hari.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Menu Sarapan Selain Yogurt yang Baik untuk Kesehatan Usus

Verywell Health mengatakan, kebiasaan tidak sarapan juga dapat meningkatkan rasa lapar pada waktu makan berikutnya. Tubuh cenderung menginginkan makanan tinggi kalori dan karbohidrat olahan yang bisa memicu lonjakan gula darah.

Meski lonjakan gula darah tersebut sempat memberikan tambahan energi, efeknya biasanya tidak bertahan lama. Setelah kadar gula darah kembali turun, tubuh dapat mengalami kelelahan mendadak, rasa lemah, sulit fokus, rasa lapar berlebihan, hingga perubahan suasana hati seperti mudah marah atau lebih cemas.

Karena itu, memenuhi kebutuhan energi sejak pagi melalui sarapan dengan gizi seimbang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mendukung aktivitas sepanjang hari. (Magang/Kirana Gina Anindita)

Topik Menarik