Putin Ulang Tahun, Serangan 70 Rudal Rusia Membunuh 28 Orang Ukraina

Putin Ulang Tahun, Serangan 70 Rudal Rusia Membunuh 28 Orang Ukraina

Global | sindonews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:31
share

Militer Moskow telah menggempur Ukraina dengan gelombang rudal dan drone pada Rabu, yang bertepatan dengan ulang tahun ke-74 Presiden Rusia Vladimir Putin. Kyiv mencatat setidaknya 70 rudal telah menghujani Ukraina dengan korban tewas mencapai 28 orang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebutnya sebagai salah satu serangan paling kejam Rusia. Selain menewaskan puluhan orang, serangan tersebut menyebabkan fasilitas industri dan infrastruktur energi rusak.

Baca Juga: Prancis Tembakkan Rudal Berkemampuan Nuklir, Rusia Siaga

Menteri Dalam Negeri Ukraina Ivan Vyhivskyi mengatakan jumlah korban tewas di seluruh negeri mencapai 28 orang. Korban terbanyak berada di Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina utara, setelah sebuah rudal Rusia menghancurkan sebuah bangunan perumahan lima lantai.

Gubernur wilayah tersebut, Vyacheslav Chaus, mengatakan 20 orang tewas dalam serangan itu, termasuk lima anak-anak.

Pada Rabu malam, jaksa di ibu kota Kyiv mengatakan puing-puing drone yang jatuh menewaskan dua orang di sebuah daerah pinggiran kota.

Zelensky mengatakan sekitar 100 orang terluka di seluruh Ukraina. Presiden Ukraina itu mencatat bahwa serangan tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun ke-74 Presiden Rusia Vladimir Putin.“Ini adalah hadiah ulang tahun yang diberikan Putin kepada dirinya sendiri: pembunuhan anak-anak, pembunuhan manusia,” kata Zelensky dalam pidato video malamnya, yang dikutip Reuters, Kamis (8/10/2026).

Dalam pernyataan sebelumnya di media sosial, Zelensky mengatakan warga sipil juga tewas di ibu kota Kyiv serta kota-kota Oleksandria dan Kremenchuk di Ukraina tengah dalam serangan besar-besaran tersebut.

Rusia Tembakkan 70 Rudal

Zelensky mengatakan Rusia secara keseluruhan menembakkan 70 rudal ke Ukraina sepanjang malam—banyak di antaranya merupakan rudal balistik berkecepatan tinggi—serta puluhan drone serang Shahed.

“Rusia ingin melancarkan serangan yang menyakitkan dan demonstratif. Ini adalah salah satu serangan paling kejam,” katanya.

Di Pryluky, sebuah ekskavator dan puluhan petugas penyelamat menggunakan sekop untuk mencari korban di antara puing-puing di lokasi beberapa bagian gedung apartemen yang runtuh.

Petugas darurat menggunakan tangga untuk mencapai lantai atas bangunan yang masih tersisa dan mengevakuasi 15 orang yang selamat ketika mereka bekerja turun menembus puing-puing. Sekitar 55 orang terluka di kota tersebut.“Ada banyak kehancuran, terutama di pusat kota,” kata Danylo Savenko, wakil wali kota Pryluky. Dia mengatakan dirinya berlari menuju tempat perlindungan serangan udara bersama istrinya segera setelah mendengar suara rudal melintas.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah melancarkan “serangan besar-besaran” terhadap fasilitas industri militer di Kyiv dan wilayah Ukraina lainnya menggunakan senjata berpresisi tinggi yang diluncurkan dari darat, laut, dan udara, serta drone.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan mereka berhasil menembak jatuh lebih dari 80 persen dari 46 drone bertenaga jet yang diluncurkan Rusia. Angka tersebut meningkat dibandingkan beberapa pekan terakhir, ketika sistem pertahanan udara Ukraina hanya mampu menjatuhkan sekitar 50 hingga 60 persen drone.

Sejak musim panas, Rusia semakin banyak menggunakan drone baru berkecepatan tinggi dalam serangan sepanjang waktu terhadap Kyiv dan kota-kota lainnya. Pertahanan udara Ukraina kesulitan mengatasi serangan tersebut.

Angkatan Udara Ukraina tidak menjelaskan penyebab lonjakan tingkat intersepsi tersebut dan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Zelensky mengatakan rudal balistik Rusia tetap menjadi tantangan terbesar bagi Ukraina. Dia menambahkan bahwa dirinya dan timnya “setiap hari mencari sistem (pencegat rudal) Patriot yang dapat dan harus melindungi nyawa manusia.”Ukraina menerima tranche baru senilai €1,2 miliar (USD1,34 miliar) dari Uni Eropa pada Rabu. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pertahanan, menurut Perdana Menteri Sergii Koretskyi.

Sistem Patriot buatan AS merupakan satu-satunya senjata dalam persenjataan Ukraina yang mampu menghentikan rudal balistik berkecepatan tinggi. Persediaan sistem tersebut di seluruh dunia telah terkuras akibat perang Iran dan konflik Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan target serangannya mencakup lokasi perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point (FP) yang memproduksi dan menyimpan rudal jelajah Flamingo serta drone jarak menengah dan jauh di Kyiv.

Target lainnya berada di wilayah Kyiv, Chernihiv, Kirovohrad, Dnipropetrovsk, Poltava, dan Kharkiv.

Pekan lalu, Zelensky mengatakan Ukraina telah menggunakan rudal balistik buatan dalam negeri untuk pertama kalinya dalam pertempuran. Rudal tersebut diproduksi Fire Point.

Dalam wawancara dengan Reuters, Zelensky mengatakan dia memperkirakan perusahaan tersebut akan menyiapkan rudal FP-9 dengan jangkauan lebih jauh pada musim gugur. Fire Point mengatakan rudal tersebut akan mampu mencapai Moskow.

Warga Mengungsi Semalaman di Metro Kyiv

Zelensky mengatakan pasukan Ukraina menyerang empat target di Rusia dalam 24 jam terakhir, termasuk dua fasilitas minyak Rusia dan sebuah tempat latihan militer di wilayah Perm, Samara, dan Astrakhan.

Dalam wawancara dengan Reuters, Zelensky mengatakan Ukraina akan menyerang aset energi Rusia sebagai respons terhadap meningkatnya serangan Moskow terhadap infrastruktur sipil.

Pejabat Ukraina dan badan intelijen militer telah membagikan peringatan mengenai serangan yang akan datang pada Rabu. Banyak warga Kyiv kemudian berlindung di stasiun-stasiun metro bawah tanah kota tersebut.

Sejumlah ledakan keras terdengar menggema di seluruh ibu kota sepanjang malam.

Di bagian wilayah Kherson, Ukraina selatan, yang berada di bawah kendali Rusia, gubernur yang ditunjuk Moskow mengatakan sebuah drone Ukraina menewaskan dua warga sipil di dalam sebuah mobil.

Sementara itu, pejabat yang ditunjuk Rusia di wilayah Donetsk timur yang dikuasai Moskow mengatakan tiga orang tewas dalam serangan Ukraina.

Topik Menarik