Waspada! 2 Dosa Lisan Ini Sering Dilakukan Kaum Wanita Tanpa Sadar

Waspada! 2 Dosa Lisan Ini Sering Dilakukan Kaum Wanita Tanpa Sadar

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:15
share

Lisan merupakan salah satu anggota tubuh yang harus dijaga oleh setiap Muslim. Sebab, ucapan yang keluar dari mulut seseorang dapat menjadi pahala, tetapi juga bisa menjadi dosayang mendatangkan keburukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang mengucapkan sebuah kalimat tanpa memikirkan dampaknya. Padahal, Islam memberikan peringatan keras agar umatnya berhati-hati dalam berbicara.

Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Kaum wanita pun tidak luput dari peringatan untuk menjaga lisannya agar tidak terjerumus dalam dosa, seperti mengadu domba, melaknat, mencela, maupun mengucapkan perkataan yang menyakiti orang lain.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu, namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat.” (HR Muslim).

Baca juga:Bukan Sekadar Fenomena Alam, Ini 6 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan tentang HujanHadis tersebut menunjukkan betapa berbahayanya ucapan yang keluar tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Bahkan, Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Betapa sering hadis ini mengurungkanku untuk berbicara.”

Pesannya jelas, seorang Muslim hendaknya tidak mudah berbicara sebelum mempertimbangkan apakah perkataannya membawa manfaat atau justru menimbulkan mudarat.

Rasulullah juga bersabda dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Para ulama menjelaskan, perintah untuk berkata baik bukan sekadar berkaitan dengan benar atau tidaknya sebuah ucapan. Seseorang juga perlu memperhatikan tujuan dan dampak dari perkataannya.

Dengan demikian, meskipun sebuah perkataan benar, tetapi apabila disampaikan dengan tujuan merusak hubungan atau menimbulkan permusuhan, maka ucapan tersebut tetap dapat menjadi dosa.

Lantas, apa saja dosa yang dapat muncul akibat lisan dan perlu diwaspadai kaum wanita?

1. Adu Domba

Adu domba atau namimah merupakan salah satu dosa lisan yang sangat berbahaya. Perbuatan ini terjadi ketika seseorang menyampaikan perkataan atau informasi kepada pihak lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.

Informasi yang disampaikan bahkan bisa saja benar. Namun, karena tujuannya untuk memicu perselisihan, ucapan tersebut berubah menjadi keburukan.Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Semoga Allah merahmati seseorang yang berbicara lalu ia mendapatkan kebaikan. Atau diam dari ucapan buruk sehingga ia selamat.”

Nasihat tersebut mengajarkan agar seorang Muslim menjadikan lisannya sebagai sarana mendapatkan pahala dan memberikan manfaat kepada orang lain. Jika tidak mampu berbicara dengan kebaikan, maka diam menjadi pilihan yang lebih selamat.

Ibnu Mundzir rahimahullah mengatakan, “Kalau sekiranya berucap dalam rangka menaati Allah itu senilai perak, maka diam supaya tidak terjatuh pada kemaksiatan adalah senilai emas.”

Karena itu, diam bukan berarti pasif. Dalam kondisi tertentu, diam justru menjadi bentuk kehati-hatian agar seseorang tidak terjerumus dalam dosa akibat lisannya.

2. Suka Melaknat

Dosa lisan lainnya adalah kebiasaan melaknat. Dalam kondisi marah, kecewa, atau tersulut emosi, seseorang terkadang dengan mudah mengeluarkan kata-kata berupa laknat kepada orang lain maupun benda tertentu.Padahal, Rasulullah memberikan peringatan keras mengenai perkara tersebut.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا لَعَنَ شَيْئًا صَعِدَتِ الْعَنْةُ إِلَى السَّمَاءِ فَتُغْلَقُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ دُونَهَا، ثُمَّ تَهْبِطُ إِلَى الْأَرْضِ فَتُغْلَقُ أَبْوَابُهَا دُونَهَا، ثُمَّ تَأْخُذُ يَمِينًا وَشِمَالًا، فَإِذَا لَمْ تَجِدْ مَسَاغًا رَجَعَتْ إِلَى الَّذِي لُعِنَ، فَإِنْ كَانَ لِذَلِكَ أَهْلًا وَإِلَّا رَجَعَتْ إِلَى قَائِلِهَا

“Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit dan tertutuplah pintu-pintu langit di bawahnya. Kemudian laknat itu turun lagi ke bumi, namun pintu-pintu bumi telah tertutup. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri. Jika tidak mendapatkan tempat berlabuh, ia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika orang itu memang layak dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat.” (HR Abu Dawud).

Dalam hadis lain, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan seseorang yang melaknat angin karena selendangnya diterbangkan.Rasulullah kemudian bersabda:

لَا تَلْعَنْهَا، فَإِنَّهَا مَأْمُورَةٌ، وَإِنَّهُ مَنْ لَعَنَ شَيْئًا لَيْسَ لَهُ بِأَهْلٍ رَجَعَتْ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ

“Janganlah engkau melaknatnya, karena sesungguhnya dia diperintah (oleh Allah). Sungguh, orang yang melaknat sesuatu padahal dia tidak pantas mendapatkan laknat, maka laknat tersebut akan kembali kepada dirinya sendiri.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Peringatan serupa juga terlihat dalam kisah seorang wanita Anshar yang melaknat untanya ketika hewan tersebut memberontak.

Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa ketika Rasulullah mendengar ucapan wanita tersebut, beliau bersabda:

خُذُوا مَا عَلَيْهَا وَدَعُوهَا، فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌ

“Turunkanlah beban yang ada di atasnya dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dilaknat.” (HR Muslim).Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa seorang Muslim tidak boleh menjadikan laknat sebagai ungkapan yang ringan untuk dilontarkan ketika marah atau kecewa. Islam justru mengajarkan umatnya untuk mengendalikan emosi sekaligus menjaga perkataan.

Allah Ta’ala berfirman:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf: 18).

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap ucapan manusia tidak luput dari pengawasan. Perkataan yang baik dapat bernilai pahala, sedangkan ucapan buruk dapat menjadi dosa.

Karena itu, menjaga lisan bukan perkara sepele. Seorang Muslim perlu membiasakan diri berpikir sebelum berbicara: apakah perkataan tersebut benar, bermanfaat, dan disampaikan dengan tujuan yang baik. Sebab, satu kalimat yang dianggap sederhana oleh manusia bisa menjadi perkara besar di hadapan Allah Ta’ala. Wallahu A'lam

Baca juga:5 Doa saat Hujan Turun, Kaum Muslim Wajib Tahu

Topik Menarik