Jejak Mentereng Nurfaizi Suwandi: Eks Kapolda Metro Jaya Sekaligus Mertua Kapolri Suyudi

Jejak Mentereng Nurfaizi Suwandi: Eks Kapolda Metro Jaya Sekaligus Mertua Kapolri Suyudi

Berita Utama | sindonews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 15:23
share

Perjalanan karier Komjen Pol Suyudi Ario Seto menuju kursi kepemimpinan tertinggi di kepolisian turut menyorot sosok penting di balik perjalanan kariernya, yakni sang mertua, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi Suwandi. Saat ini, Nurfaizi Suwandi juga tercatat aktif sebagai Komisaris Independen PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (IDX: MPIX), sebuah emiten yang menaungi jutaan warung dan UMKM di seluruh Indonesia.

Nurfaizi Suwandi bukanlah sosok sembarangan. Ia merupakan mantan Kapolda Metro Jaya yang rekam jejaknya di jajaran reserse Polri diwarnai penanganan berbagai perkara besar pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Penanganan Perkara Besar Saat Menjabat Kapolda Metro JayaNama Nurfaizi mencuat kuat dalam penanganan sejumlah kasus kriminal dan terorisme tingkat tinggi di ibu kota pada tahun 2000. Pada 13 September 2000, Jakarta diguncang ledakan bom di Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan di bawah kepemimpinan Nurfaizi, Polda Metro Jaya berhasil menangkap sejumlah tersangka. Di antaranya Iwan Setiawan alias Husen yang beberapa bulan kemudian ditangkap pula lima tersangka lainnya yakni Tengku Ismuhadi, Nuryadin, Ibrahim Abdul Manaf, Sersan Irwan, serta Kopral Ibrahim Hasan yang lalu diserahkan oleh Tim Koneksitas Polda Metro Jaya kepada Kejaksaan Tinggi Jakarta.

Sebelum insiden BEJ tersebut, ibu kota juga diguncang ledakan di Kedutaan Besar Malaysia pada 27 Agustus 2000, di mana tersangka Iwan Setiawan turut mengakui keterlibatannya dalam aksi peledakan itu.

Selain itu, Nurfaizi memimpin Polda Metro Jaya saat kasus Buloggate menyeret Soewondo, orang dekat Presiden Abdurrahman Wahid yang menjadi buronan dalam perkara dana Yanatera Bulog. Soewondo akhirnya ditangkap pada Oktober 2000 dalam operasi yang turut melibatkan jajaran reserse Polda Metro Jaya dipimpin oleh Tito Karnavian, yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Tidak lama setelah penangkapan tersebut, posisi Nurfaizi sebagai Kapolda Metro Jaya pun digantikan.

Peran di Korps Reserse Mabes Polri (Kasus 1998)Sebelum menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Nurfaizi memegang posisi strategis sebagai pimpinan Korps Reserse Mabes Polri pada tahun 1998. Namanya tercatat dalam penanganan kasus penangkapan aktivis prodemokrasi Andi Arief.

Berdasarkan arsip dan dokumen Almanak HAM Indonesia, pihak kepolisian saat itu memantau aktivitas Partai Rakyat Demokratik, di mana Nurfaizi selaku kepala Korps Reserse menerima Andi Arief. Kendati demikian, proses penangkapan dan klaim keterlibatan tersebut sempat menuai bantahan serta perdebatan dari Andi Arief maupun kuasa hukumnya, Munir.

Topik Menarik